Mau Pangkas Pohon, DLH Sleman Terkendala Peranti

Ilustrasi pemangkasan pohon perindang. - Harian Jogja
07 November 2019 22:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana pemangkasan pohon sebagai antisipasi atas mulai intensnya hujan di sejumlah wilayah di Sleman tak bisa maksimal. Terbatasnya peranti pemangkasan yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai jadi salah satu kendalanya.

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan tahun ini sudah mengajukan penambahan kendaraan skylift guna mendukung kinerja dari petugas lapangan. "Sejauh ini, kami hanya punya satu kendaraan skylift tapi tahun ini rencana ditambah satu unit lagi. Pengadaannya sudah masuk proses lelang di Badan Keuangan dan Aset Daerah [BKAD Sleman]," ucap dia, Kamis (7/11/2019).

Dengan peranti yang minim, dia tak menampik aktivitas pemangkasan pun tak bisa dilakukan secara maksimal. Dalam sehari, kata dia, personelnya hanya mampu memangkas tak lebih dari tiga pohon.

Itulah sebabnya, dalam memangkas, dinasnya menerapkan skala prioritas. "Kami mengutamakan pohon yang dinilai mengganggu akses warga dan juga punya potensi yang membahayakan. Pohon yang dikhawatirkan terutama yang ukurannya terlalu besar," ujar dia.

Dwi mengakui selama ini banyak permintaan dari masyarakat terkait dengan pemangkasan pohon. Terlebih kini hujan sudah mulai kerap mengguyur wilayah Sleman. "Masyarakat kami imbau memotong sendiri ranting pohon yang dianggap mengganggu asalkan tinggi pohon tidak lebih dari lima meter," ujarnya.

Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi, mengatakan menjelang musim hujan dinasnya memang sudah ancang-ancang untuk melakukan penebangan atau pemotongan pohon di sejumlah wilayah rawan. "Kami utamakan pemangkasan pohon perindang jalan yang memang sudah terlalu rimbun dan membahayakan pengguna jalan. Di samping itu kami juga melayani aduan dan permintaan pemangkasan dan penebangan dari masyarakat," ucap dia.