Penambahan Jadwal Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Masih Dicari, Bagaimana Jika Sabtu atau Minggu?

Becak kayuh melintas saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 November 2019 06:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY masih menggodok terkait waktu untuk menambah jadwal uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan yang biasa menjadi jalur utama arus menuju Malioboro.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan pihaknya masih melakukan pembahasan terkait penambahan waktu untuk program Malioboro bebas kendaraan. Salah satunya hari Selasa dengan mengambil pasaran Jawa selain Wage di hari Selasa. Sehingga intensitas bebas kendaraan di Malioboro dalam sebulan paling tidak bisa dilakukan dua kali.

"Selain itu, ada rencana ke depan seperti hari Sabtu atau Minggu, kemudian saat liburan seperti akhir tahun, antara tanggal 25 sampai 1 Januari [2020] saat tahun baru," terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (12/11/2019).

Ia menambahkan penambahan waktu uji coba tersebut tidak akan menghilangkan program Selasa Wage yang selama ini sudah berjalan. Karena Selasa Wage sendiri saat ini sudah menjadi ikon berbagai kegiatan seni budaya di Malioboro. Adapun rencana penambahan uji coba tersebut lebih diarahkan pada pemanfaatan fungsi jalur pedestrian di kawasan Malioboro.

"Pokoknya akan kami carikan formulasinya, misal coba hari Selasa seperti biasa [memilih pasaran Jawa selain wage], tetapi ada pedagang kaki lima [berjualan] terus malam Minggu atau Sabtu, serta hari-hari yang ramai bagaimana," katanya.

Sigit mengakui pihaknya perlu melakukan koordinasi secara detail dengan Dishub Kota Jogja terutama terkait dampak dari penutupan jalan Malioboro dari kendaraan bermotor.

Ia berharap masyarakat di sekitar jalan penopang menuju kawasan Malioboro memberikan dukungan dengan mengingatkan agar kendaraan bermotor tidak memasuki suatu wilayah perkampungan hanya untuk menumpang parkir. Karena hal ini bisa mengakibatkan penumpukan kendaraan dan berujung kemacetan.

"Rekayasa lalu lintas kami sudah dibantu Dishub Kota Jogja untuk mengantisipasi. Kami berharap masyarakat ikut terlibat terutama di sirip-sirip kalau bukan warga ya jangan masuk, kalau warga masuk boleh karena punya tempat parkir sendiri," ujarnya.

Kepala Dishub Kota Joga Agus Arif Nugroho menyampaikan dukungannya terkait rencana Pemda DIY melakukan penambahan jadwal uji coba bebas kendaraan bermotor di Malioboro. Pihaknya telah menyiapkan berbagai hal mulai dari sumber daya manusia untuk melakukan penjagaan hingga fasilitas fisik seperti rambu-rambu lalu lintas.

"Kami terus koordinasi dengan semua stakeholder, kapan kira-kira akan dilakukan, sebenarnya bisa dicoba bukan yang weekend dulu tetapi hari biasa selain Selasa Wage, sehingga masih ada aktivitas lain seperti PKL dan lain-lainnya," ujarnya.

Agus Arif menambahkan selama program Selasa Wage berjalan, memang ada sedikit peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Malioboro. Namun tidak sampai terjadi kemacetan panjang karena telah dilakukan rekayasa arus lalu lintas. Selain menerjunkan personel ke lapangan, pihaknya memantau terus menerus setiap persimpangan yang terdapat arus menuju kawasan Malioboro melalui ATCS Dishub Kota Jogja.

"Di ruang kontrol ATCS kami terus memantau, itu kami manage, durasi waktu [lampu bangjo] kita lihat secara menyeluruh tidak semata-mata ketika ada persimpangan antrean panjang lalu lampu merahnya dipercepat tidak seperti itu, tetapi melihat dampaknya juga ke persimpangan yang lain. Volume kendaraan bertambah itu masih dalam taraf wajar," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat lebih peduli dengan kondisi lalu lintas. Dengan mematuhi lampu lalu lintas sudah sama dengan membantu mengurangi kepadatan arus pada suatu titik jalan. Ia mencontohkan ketika Selasa Wage selesai atau saat bubaran, volume kendaraan terutama di kawasan titik nol kilometer menjadi sangat overload. "Kami selalu siap tetapi kesiapan itu harus terukur karena berkaitan dengan banyak hal," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyarankan pelaksanaan uji coba sebaiknya pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Karena saat itu jumlah wisatawan tergolong banyak dan bisa menikmati kawasan Malioboro. Hanya saja perlu disiapkan lebih matang terkait kawasan parkir yang tepat dengan ditata ulang. Tempat parkir yang dimaksud bisa difasilitasi di sisi terluar kota Jogja sehingga tidak menimbulkan kemacetan parah di Kota Jogja.

"Sabtu Minggu itu kan biasanya puncak kemacetan, uji coba itu ke depannya sebaiknya sekalian dengan bus tidak masuk ke kota Jogja. Memang ini butuh persiapan dan harus ada koordinasi antara Kota Jogja dengan Pemda DIY," ucapnya.