Aerotropolis dan Tol Bisa Percepat Tercapainya SDGs

Kegiatan seminar bertajukMembangun Kemitraan untuk Mencapai SDGs, di Hotel Marriott Yogyakarta Rabu (13/11/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
14 November 2019 15:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pembangunan infastruktur sepert tol dan aerotopolis di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo akan mampu mempercepat tercapainya sasaran tujuan pembangunan berkelanjutan atau lazim disebut Sustainable Development Goals (SDGs). Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk Membangun Kemitraan untuk Mencapai SDGs, di Hotel Marriott Yogyakarta Rabu (13/11/2019).

Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo mengatakan infrastruktur menjadi salah satu dari dua faktor yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan di DIY, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2017 paling tinggi secara nasional di angka 7,9% kemudian pada triwulan pertama 2019 mencapai 7,5% bahkan Kulonprogo bisa mencapai 10,15%.

Ia meyakini melalui kenaikan pertumbuhan ekonomi akan memicu pertumbuhan ekonomi lainnya untuk naik. Sehingga keberadaan tol di Jogja yang akan segera dibangun serta aerotropolis kawasan YIA akan dapat mempercepat tercapainya SDGs.

“Tol Jogja sampai Cilacap 2020 harus dibangun, karena infrastruktur ini penting, ketika sudah ada, maka pada 2021, 2022 sudah terjadi sustainable. Kemudian masyarakat mulai bergerak dan aerotropolis mulai dibangun, pariwisata juga dibangun maka saya yakin DIY akan tetap di atas rata-rata nasional. Tetapi kami ingin pertumbuhan ekonomi yang baik bisa menggerus angka kemiskinan,” ungkapnya Rabu (13/11/2019).

Ia menambahkan untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan wilayah di DIY, maka titik pertumbuhan ekonomi baru harus ditingkatkan terutama di kawasan selatan DIY. Alasannya, karena penduduk miskin ketimpangan di DIY paling banyak di kawasan selatan dibandingkan utara. Tanpa adanya titik pertumbuhan ekonomi yang baru di kawasan tersebut maka persoalan ketimpangan dan kemiskinan sulit teratasi. “Tetapi swasta, LSM harus membantu masuk di dalamnya karena APBD kita enggak akan kuat,” katanya.

General Affairs Manager PT TEP Indonesia Afiat Djajanegara menyatakan kesiapannya memberikan dukungan kepada Pemda DIY untuk mencapai target SDGs di 2020 dengan melibatkan berbagai elemen mulai dari perguruan tinggi hingga LSM. Ia sepakat semua pihak perlu bergandeng tangan dalam mensukseskan SDGs di 2030 sehingga berbagai persoalan mulai dari kemiskinan hingga infrastruktur bisa tertangani. Pihaknya berkomitmen membangun kemitraan juga dengan LSM lokal DIY dan mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

“Ini memberi gaung pada private sektor yang lain untuk membantu pemerintah. Kami akan lakukan seminar SDGs lagi di kota-kota lain. Semua orang diharapkan bisa berkolaborasi untuk tujuan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Praktisi Pariwisata Ade Norwenda yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan industri pariwisata menjadi sektor yang akan terus berkembang meski di tengah industri lain yang merosot. Terkait tujuan destinasi paling banyak secara nasional, DIY menduduki peringkat kelima. Pembangunan berkelanjutan menurutnya sejalan dengan pembangunan ekonomi pariwisata yang butuh ekosistem kuat dalam bermitra antarmasyarakat dan lembaga. Ia menilai DIY memiliki potensi besar untuk bisa mencapai SDGs ini dengan membangun sektor wisata sejalan dengan pemenuhan infrastruktur.

“Jogja ini ekosistemnya [wisata] luar biasa, provinsi lain mau meniru tidak bisa, seperti Jazz festival yang ada di Jogja ini kalau diadakan di tempat lain nafasnya pasti berbeda, ada potensi untuk mencapai itu [SDGs],” ujarnya.