Banyak Jalan di Kulonprogo Tanpa Penerangan Umum

Tiang lampu penerang jalan umum (LPJU) bertenaga surya yang berada di dekat bulak sekitar dusun Bakal dan dusun Cawan, Argodadi, Sedayu, Bantul, Minggu (4/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
14 November 2019 05:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Penerangan jalan umum (PJU) di Kulonprogo masih jauh dari target. Dari kebutuhannya sebanyak 16.696, yang terpenuhi baru 2.633. Pemenuhan ini baru mencapai 15%.

Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, L. Bowo Pristiyanto mengakui jika kekurangan lampu penerangan jalan masih sangat jauh dari target. Saat ini pihaknya terus berupaya menambah pemenuhan PJU melalui berbagai kemungkinan.

"Kami upayakan untuk mencari kemungkinan potensi, kami terobos juga ke Kementerian ESDM [Energi dan Sumber Daya Mineral]. Mereka punya program penerangan jalan nonlistrik," kata Bowo ketika ditemui di kantornya, Rabu (13/11/2019).

Ia menuturkan tahun ini Kementerian ESDM memberikan hibah sebanyak 55 PJU tenaga surya kepada Pemkab Kulonprogo. "PJU tenaga surya itu ditaruh di lokasi yang jaringan listriknya jauh, misalnya jalan menuju obyek wisata Nglinggo," jelasnya.

Dijelaskannya, APBD 2020 masih dibahas sehingga pihaknya akan menganggarkan dana untuk penambahan PJU. "Mulai 2020 ada dana alokasi khusus [DAK], di antaranya itu ada PJU," kata dia.

Awal tahun depan jawatannya baru bisa mendata titik-titik mana saja yang bisa dibangun PJU.

Per hari ini, ada sebanyak 155 PJU yang dibangun oleh Dishub Kulonprogo sepanjang tahun 2019. Kepala UPT Pengelolaan Penerangan Jalan Umum Dishub Kulonprogo Iswanta menuturkan sampai akhir tahun masih diproses penambahan 12 unit lagi.

Iswanta merinci PJU yang sudah ada saat ini 2.633 unit tersebar di jalan kabupaten, jalan provinsi, dan nasional. Sebanyak 1.109 unit terletak di jalan kabupaten, 1.072 unit di jalan provinsi, dan 452 di jalan nasional.

Sementara ini, Dishub masih menggunakan tenaga listrik untuk lampu penerangan jalan umum. "Kalau PJU tenaga surya kita belum bisa untuk pengadaan, selama ini kalau ada tenaga surya itu hibah dari Kementerian ESDM dan Dishub DIY," kata Iswanta.

Kekurangan PJU ini mendapat sorotan Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati. Ditemui terpisah, dirinya mengaku kecewa dengan indeks ketercapaian lampu penerangan jalan di Kulonprogo yang sangat rendah.

"Saya minta Pak Kepala Bappeda menyampaikan pada saya targetnya berapa itu tidak berani, mengingat ketidakmampuan anggaran," ujar Akhid. Walau begitu, dia tetap berpegang teguh penerangan jalan terus diupayakan penambahannya, terutama di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA).

"Minimal di seputaran bandara itu tidak boleh tidak ada lampu penerangan, tidak boleh gelap. Supaya nanti kalau kita lihat bandara [YIA] terang benderang, tetapi di sekitarnya gelap, kan lucu. Horor nanti," selorohnya.