Dosen UIN Jogja Peringatkan Agar Berhati-hati Memilih Guru Agama

Ilustrasi terorisme - JIBI
15 November 2019 17:37 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Masyarakat diperingatkan untuk hati-hati saat memilih guru agama. Menyusul maraknya aksi terorisme di Tanah Air.

Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Jogja, Sahiron Syamsuddin menuturkan seseorang yang terpengaruh terorisme bisa berasal dari pengaruh guru agama tempat pelaku belajar ilmu agama.

Ia menyarankan agar dalam memilih guru agama, pilihlah guru yang punya pemahaman keagamaan moderat serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat. "Dua hal ini harus ada," kata Sahiron Syamsudin, Jumat (15/11/2019).

Sementara itu Mantan Wakil Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla, mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke PMI Kota Jogja, Kecamatan Kotagede, Jogja.

Jusuf Kalla menyatakan aksi bunuh diri diharamkan dari segi agama. Menurutnya, membunuh adalah hal yang tidak berperikemanusiaan.

"Apa lagi membunuh orang lain dengan cara bom bunuh diri," kata dia, Jumat.

Ia mengatakan secara aturan hukum yang berlaku di Indonesia, bom bunuh merupakan kejahatan luar biasa.

Tidak ada dalam ajaran agama manapun perintah untuk membunuh atau mempertentangkan diri. "Sama sekali tidak ada itu dalam agama," ungkapnya.

Terkait dengan upaya preventif deradikalisasi di masjid, lanjut dia, 99% masjid di Indonesia tidak terpapar radikalisme. Walau ada pengajian-pengajian yang materinya mengarah ke sana, pada umumnya tidak dilakukan di masjid.

JK justru menyebut pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan belajar dari Internet bukan dari masjid. "Lihat saja orang pada bikin bom belajarnya dari mana, ya dari Internet," katanya.