Warga Temon Cegah Kasus Gangguan Jiwa dengan DSSJ

Ilustrasi penderita gangguan jiwa. - Antara
16 November 2019 02:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - UPTD Puskesmas Temon II sedang mempersiapkan Desa Sindutan di Kecamatan Temon untuk dijadikan pilot project desa siaga sehat jiwa (DSSJ). Tindakan ini menjadi upaya preventif untuk menekan angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kepala Puskesmas Temon II, dr. Isti Alfradiantina menuturkan pihaknya memilih upaya pencegahan dengan mempersiapkan warga, karena akar masalah gangguan jiwa menurutnya didominasi oleh polah asuh.

"Mesti akar masalahnya pola asuh, makanya kita preventif dengan siapkan desanya dulu," kata Isti ketika ditemui Harianjogja.com di Pengasih, Kamis (14/11/2019).

Dijelaskannya, pendekatan lewat kader kepada warga desa bisa lebih efektif ketimbang menanggulangi kasus ODGJ yang sudah terjadi. ''Setiap keluarga itu kan punya masalah, kalau ketambahan kasus jiwa, biasanya nggak selesai-selesai. Sudah gitu biayanya pasti tinggi kalau untuk pengobatan," ujarnya.

Untuk menekan beban biaya yang tinggi saat pengobatan itu, Isti memilih jalur pencegahan lewat penyuluhan pola asuh. Di sini, menurutnya kader harus aktif. "Kader harus bisa sampaikan ke para keluarga bagaimana menerapkan pola asuh yang tepat. Pola asuh yang baik di keluarga akan bisa menimimalisir faktor risiko gangguan jiwa," jelas dia.

Meski begitu, Isti tak menampik di situasi tertentu dua hal tersebut, pencegahan dan penanganan kasus, harus dikombinasikan secara simultan.

Perlu diketahui wilayah kerja UPTD Puskesmas Temon II antara lain Desa Sindutan, Jangkaran, Palihan, Glagah, Kebonrejo, Janten, dan Karangwuluh. Jika memungkinkan, tahun depan ia berencana menambah desa selain Sindutan untuk dijadikan desa siaga sehat jiwa.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya, jawatannya akan menyiapkan Posbindu (Pos Binaan Terpadu) Jiwa di wilayah Temon II. "Sasaran Posbindu Jiwa itu supaya orang dengan gangguan jiwa awal tidak jatuh ke yang berat," kata Isti. Selain itu, sasaran yang juga penting dengan adanya Posbindu Jiwa yaitu adanya caregiver atau orang yang merawat ODGJ.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati mengklaim ada beberapa desa di luar DSSJ yang sudah menjalankan program desa siaga sehat jiwa tanpa mendeklarasikan desanya sebagai DSSJ.

''Secara kegiatan, desa lain ada yang sudah menjalankan. Ya, tidak apa-apa, karena membentuk DSSJ harus lewat inisiasi, pelatihan, pembentukan tim, lalu di-SK-kan. Perlu komitmen kuat," kata Baning.