Pelajar Singapura Berlatih Gamelan dan Egrang di Jogja

Pelajar asal Singapura memainkan alat musik tradisional Gamelan di SMAN 1 Jogja dalan rangkaian Singapore Indonesia Students Leaders Adventure Camp, Senin (18/11/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
19 November 2019 00:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Puluhan pelajar asal Singapura belajar budaya dengan bermain gamelan dan egrang di SMAN 1 Kota Jogja, Senin (18/11/2019). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari Singapore Indonesia Students Leaders Adventure Camp (SISLAC) 2019 yang berlangsung di Kota Jogja sejak Minggu (17/11/2019) hingga Jumat (22/11/2019).

Salah satu pelajar asal Singapura Adam Sufian, 17, mengaku mendapatkan sejumlah pengalaman menarik pada hari pertama pelaksanaan kegiatan SISLAC di SMAN 1 Kota Jogja. Salah satunya memainkan gamelan yang menurutnya sangat unik dan tidak mudah untuk dimainkan. Bahkan ke depan ia memiliki minat untuk melakukan penelitian gamelan.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman, tadi sempat bermain roket air, lalu mencicipi makanan dan minuman tradisional Indonesia. Untuk gamelan, unik, agak susah memainkan, tetapi setelah dicoba terus lama-lama bisa,” ungkapnya, Senin (18/11/2019).

Kasi Bakat dan Prestasi, Subdirektorat Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, Sugeng Riyadi yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, SISLAC merupakan even pertukaran pelajar Indonesia dan Singapura untuk mempererat kerja sama bidang pendidikan di kedua negara. Tahun ini mengangkat tema Harmony of Culture, dengan harapan pelajar memperoleh pemahaman antar budaya kedua negara serta menyuarakan perdamaian dan cinta kasih di lingkungannya.

Ia mengatakan kegiatan ini memasuki tahun ke-12 dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan kualitas yang dihasilkan. Pelajar Singapura yang terlibat sebanyak 40 siswa serta 14 pendamping. Sedangkan pelajar Indonesia sebanyak 50 siswa yang diseleksi dari berbagai sekolah di Indonesia.

Kunjungan kebudayaan yang diikuti para pelajar antara lain, ke Kraton Jogja, Candi Borobudur dan kawasan cagar budaya Kotagede. Pelajar juga diajak mengikuti aktivitas membatik dan membuat kerajinan di Desa Wisata Krebet, Pajangan, Bantul.

“Selama di Jogja ini para pelajar diajak melakukan aktivitas pengenalan seni budaya, seperti gamelan dan bermain mainan tradisional, membatik, serta mengunjungi sejumlah kawasan cagar budaya. Intinya melalui seni budaya ini jalinan kedua negara bisa lebih erat,” katanya.

Pembina Jurnal Sagasitas Disdikpora DIY Zainal yang ikut mendampingi para pelajar mengatakan, kegiatan di SMAN 1 Jogja merupakan kunjungan persahabatan. Pelajar Singapura diajak bermain egrang serta berbagai aktivitas lain, seperti bermain gamelan bersama siswa dari SMAN 1 Jogja. Khusus untuk gamelan memang yang paling menarik karena pelajar Singapura diberikan tantangan untuk menyelesaikan iringan music gamelan sebuah tembang Jawa.

“Tim pelajar dari Singapura ini kami berikan tantantan untuk berlatih dan memainkan lagu [gamelan] Suwe Ora Jamu, awalnya diberikan latihan kecil, kemudian berlatih dan memainkan. Mereka antusias, kalau yang memegang gong dia lebih fokus hanya dengan satu atau dua pukulan, kalau yang memegang alat lain merasakan lebih susah katanya. Didampingi langsung oleh siswa dari SMA 1, secara bergantian,” ucap Zaenal.