Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6/2019). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-- Uji coba kawasan Malioboro di luar Selasa Wage mulai diterapkan.
Penutupan akses Jalan Malioboro Yogyakarta pada Selasa (19/11/2019) memunculkan tanggapan dari sejumlah warga. Sebagian warga menanggapi dengan positif, dan di sisi lain warga mengaku tak setuju.
Uji coba kawasan semi-pedestrian di Jalan Malioboro kali ini memang dilakukan Pemkot Jogja di luar Selasa Wage. Namun begitu, tidak ada yang berbeda dari uji coba sebelumnya. Hanya saja, pedagang masih bisa beraktivitas normal.
Salah seorang warga, Nuno (36), mengaku senang dengan kondisi Jalan Malioboro yang lengang. Sebagai tempat wisata, lokasi ini akan lebih menyenangkan jika kendaraan yang masuk dibatasi.
"Ikon Malioboro kan lokasi wisata yang sudah terkenal, mungkin sampai internasional, zehingga jika kawasan ini bebas dari kendaraan malah lebih nyaman," terangnya, Selasa (19/11/2019).
Menurut pria asli Jogja yang tengah bekerja di Jakarta ini menuturkan, kondisi lengang di akses kendaraan Jalan Malioboro menjadi lokasi baru untuk berswafoto. Saat membawa anak-anak berkunjung ke Malioboro, Nuno mengaku lebih tenang.
"Berlibur ke sini pastinya bersama saudara dan keluarga. Apalagi saat membawa anak atau keponakan, artinya mereka bermain di sekitar Malioboro hingga ke jalan raya rasanya juga tenang karena tidak ada kendaraan yang melintas," kata dia.
Penutupan jalan dalam uji coba semi-pedestrian di Malioboro dimulai dari selatan hotel Grand Inna Malioboro hingga Titik 0 Kilometer. Penutupan dilakukan mulai pukul 09.00-21.00 WIB.
Namun begitu, tak sedikit pula masyarakat yang tidak setuju jika Jalan Malioboro ditutup dengan jangka waktu lama atau permanen.
"Kalau harus ditutup permanen sebagai kawasan pedestrian, saya tidak setuju. Karena akses jalan itu merupakan jalan menuju arah utara yang paling dekat jika dari tengah kota," kata Riyanto.
Pria yang juga warga asli Yogyakarta ini mengaku harus memutar jauh. Selain itu, dia juga mengeluh karena terkena macet di akses jalan lain.
"Ya jika ditutup untuk uji coba tidak masalah. Jadi yang menjadi persoalannya opsi menuju utara jadi lebih sedikit. Dan semua pengendara harus melewati akses jalan yang sama, sehingga terjadi kepadatan," keluhnya.
Diketahui, penutupan jalan Malioboro untuk uji coba kawasan semi-pedestrian pada Selasa (19/11/2019) berdampak di beberapa akses jalan lain. Jalan Letjen Suprapto mengalami kepadatan, terutama di Simpang Ngabean.
Meski begitu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta telah mengontrol dan mengantisipasi kemacetan yang terjadi dengan mengontrol traffic light.
"Penutupan Malioboro akan berdampak besar di Jalan Letjen Suprapto tepatnya di Simpang Ngabean. Namun kami telah menyiapkan penanganan dengan mengelola traffic light di seluruh simpang yang ada di sana," jelas Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Windarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 7 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balai Kota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Pegadaian meluncurkan program Gadai Bebas Sewa Modal 0% khusus nasabah baru dengan pinjaman Rp50.000 hingga Rp1 juta dan tenor 30 hari.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 7 Oktober 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif DAMRI YIA-Jogja lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap di sini.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.