Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pengunjung memilih produk kerajinan dalam pameran kerajinan dan seni Gebyar Karya Jogja di kawasan Nol Kilometer Jogja, Kamis (11/7/2019). Pameran tersebut sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif Indonesia./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana membangun gedung Pusat Industri Kreatif di Jalan C Simanjunak, Terban, Gondokusuman, agar para pelaku ekonomi kreatif mudah mengakses pasar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, mengatakan jawatannya telah merancang desain bangunan sejak dua tahun lalu. Bangunan ini akan memiliki lima lantai lengkap dengan basement. “Sebagai tempat display, transaksi produk industri kreatif, konsultasi maupun studio,” katanya, Rabu (27/11/2019).
Ia menuturkan gedung itu dirancang dengan konsep green building. Terdapat 30% ruang terbuka hijau yang gampang diakses difabel.
“Lantai pertama ada coworking space dan ruang komersial. Lantai kedua untuk studio kreatif, bengkel kerajinan serta ruang komersial. Lantai ketiga untuk studio kreatif, ruang audio visual dan ruang komersial,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan Terban dipilih menjadi lokasi Pusat Industri Kreatif lantaran bersamaan dengan penataan Jalan Sudirman dan Jalur Pedestrian Suroto.
“Penataan itu menekankan pada kawasan haritage, sehingga bangunan itu pun nanti juga akan disesuaikan.”
Menurut dia, di Kota Jogja terdapat banyak pelaku indutri kreatif, tetapi belum punya fasilitas serius, terutama dalam display, sehingga gemanya tidak begitu terlihat.
“Kami ingin membuat tempat ini khusus industri kreatif yang mempertemukan mereka mulai dari transaksi, nongkrong, workshop, display, hingga benar-benar bisa jadi tempat berkumpulnya pelaku industri kreatif di Kota Jogja,” ujarnya.
Pemkot Jogja juga akan mendorong pelaku industri kreatif untuk memberi kemasan menarik pada produknya, sehingga mampu meningkatkan nilai jual. “Semisal mobil-mobilan, sebelum dikemas harganya Rp80.000, setelah dikemas bisa meningkat jadi Rp250.000 dan tetap ada pembeli atau peminatnya,” katanya.
Anggaran pembangunan Pusat Industri Kreatif akan memakai APBD atau APBN.
“Karena nilainya tidak sedikit, jika menggunakan APBD kemungkinan rencana ini belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Sedang kami coba untuk diskusi dengan Dirjen Perindustrian,” ucap Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
China siapkan 12 profesi baru di era AI dan ekonomi digital. Industri AI tembus 1,2 triliun yuan, peluang kerja makin luas.
BPBD Sleman petakan 5 wilayah rawan kekeringan akibat El Nino 2026. Siapkan 50 tangki air untuk antisipasi.
Ghana vs Kolombia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
PM India Narendra Modi akan ke Jogja 8 Juli 2026 untuk dukung pemugaran Candi Prambanan dan perkuat kerja sama strategis RI-India.