Pendaftaran CPNS Kota Jogja Ditutup, Satpol PP & Arsiparis Tanpa Peminat

Ilustrasi pelamar CPNS. - Harian Jogja/Desi Suryanto
29 November 2019 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pendaftaran CPNS Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja ditutup pada Kamis (28/11/2019) pukul 19.00 WIB. Sebanyak 4.410 dari 4.932 pendaftar melakukan submit dokumen. Dua formasi masih tetap kosong, yakni Satpol PP dan Arsiparis.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja, Ary Iryawan, mengungkapkan jumlah pendaftar tahun ini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu ketika ada 10.000 pendaftar. “Mungkin karena IP sekarang minimal 3, tahun lalu 2,85. Padahal posisi yang dibutuhkan lebih banyak,” ujarnya, Jumat (29/11).

Proses verifikasi melalui dua tiga tahap, yakni verifikasi pertama, lalu pemeriksaan kedua oleh supervisor dan terakhis saringan admin. Ia mengharapkan sepekan sebelum pengumuman pada 16 Desember, BKPP telah menyelesaikan semua tahap verifikasi. “Sekarang sudah lebih dari setengahnya yang diverifikasi,” ungkapnya.

Adapun lima posisi favorit pendaftar yakni Analisis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan (PEP); Bidan; Perawat; Guru IPA; dan Ahli Pertama Perawat. Sementara posisi paling sepi peminat meliputi Satpol PP; Arsiparis; Pranata Pemadam Kebakaran; Penyusun Bahan Bantuan Hukum; dan Analis Tata Ruang.

“Posisi yang dibutuhkan Analisis PEP 15 orang, yang submit 330 orang. Perawat Ahli dibutuhkan 20 orang, yang submit 200 orang. Guru IPA dibutuhkan dua orang, yang submit 189 orang. Penyusun rencana kebijakan dibutuhkan satu, yang submit 92,” katanya.

Sementara itu posisi Satpol PP dan Arsiparis masih kosong sampai pendaftaran ditutup. “Saya juga tidak tahu kok bisa kosong. Nanti di instansinya juga akan tetap kosong. Mungkin ada yang merangkap kerjaannya,” ungkapnya.

Lalu untuk pendaftar difabel, dari delapan posisi yang disediakan, sudah ada empat peserta yang submit. Ia mengungkapkan masih menemukan peserta yang salah mengirim berkas ke instansi tujuan, semisal seharusnya ke DIY tapi malah dikirim ke Kota Jogja, sehingga menyebabkannya tidak lolos.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan tetap membiarkan formasi kosong karena Pemkot tidak bisa sembarangan. Ia juga mengimbau peserta untuk tidak mudah percaya siapa pun yang mengiming-imingi posisi CPNS dengan membayar sejumlah uang.

"Jangan percaya siapa pun, yang mengaku bisa memasukkan. Tidak ada, yang bisa menentukan masuk atau tidak itu peserta sendiri, dengan mengikuti prosedur. Proses penerimaan tidak bisa diintervensi siapa pun, termasuk saya," katanya.