Dishub Tunggu Pusat soal Angkutan Barang Tak Boleh Beroperasi saat Libur Nataru

Ilustrasi Kendaraan bermuatan berat - Dokumen
02 Desember 2019 22:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) segera tiba. Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul mulai menyiapkan skema pengaturan kendaraan, salah satunya pelarangan kendaraan angkutan barang dan angkutan tambang beroperasi di masa libur.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, mengungkapkan skema tersebut bakal diterapkan guna memastikan arus kendaraan bisa berjalan lancar, terutama saat wisatawan mulai memadati jalan utama menuju sejumlah objek wisata yang ada di Bumi Handayani.

"Untuk pembatasan operasional kendaraan angkutan barang terutama angkutan hasil tambang kami masih menunggu surat edaran resmi dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, kalau sudah ada segera kami laksanakan," kata Bayu saat ditemui Harian Jogja, Senin (2/12/2019).

Bayu menegaskan jika masih ditemukan adanya kendaraan angkutan hasil tambang yang melintas di jalur utama, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru, maka Dishub bakal menjatuhkan sanksi. "Kalau masih ada truk angkutan barang yang nekat beroperasi maka langsung kami tindak," ujarnya.

Untuk saat ini Dishub Gunungkidul masih menunggu surat edaran tersebut. "Sampai saat ini [surat edaran] dari Dirjen Perhubungan Darat belum turun," ujarnya.

Sambil menunggu surat edaran tersebut, Dishub terus melakukan berbagai persiapan berupa pembenahan fisik seperti perbaikan fasilitas jalan, rambu lalu lintas, penerangan jalan umum, hingga pemangkasan ranting pohon yang menutup rambu jalan.

Tak hanya itu, saat mendekati libur Nataru, Dishub bakal menggelar ramcheck untuk kendaraan angkutan penumpang, baik di terminal maupun di sejumlah garasi bus. "Ramchek kami lakukan mendekati libur Nataru dengan sasaran utama kendaraan angkutan penumpang," ujarnya.

Bayu mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap tahun menjelang Nataru. Dishub, menurut Bayu, terus meningkatkan dan melakukan pemetaan akses sesuai kebutuhan setiap tahunnya. Ia mengungkapkan titik konsentrasi pengamanan dilaksanakan di pintu gerbang masuk Gunungkidul dan objek wisata. "Kami mendirikan pos pelayanan mandiri dan menempatkan petugas di beberapa jalur masuk serta objek wisata bersama tim kesehatan dan aparat kepolisian," ujarnya.