LIBUR AKHIR TAHUN: PKL Malioboro Diminta Jaga Kenyamanan Wisatawan

Suasana di sekitar kawasan pertokoan Malioboro, Sabtu (7/7 - 2018). Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
04 Desember 2019 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Menjelang libur akhir tahun yang meliputi dua momen besar yaki Natal dan Tahun Baru, seluruh pelaku wisata di Kota Jogja diimbau untuk turut menciptakan suasana nyaman dan aman bagi para wisatawan, tak terkecuali seluruh komunitas di Malioboro.

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM), Desio Hartonowati, menuturkan dalam menyambut libur akhir tahun, pihaknya bersama seluruh komunitas Malioboro siap mendukung segala yang menjadi kebijakan Pemkot.

Selain itu, komunitas juga telah menyiapkan bantuan untuk upaya Pemkot dalam menjaga kebersihan Malioboro. “Salah satunya membantu menjaga kebersihan. Kami telah siapkan tenaga beserta transportasi pengangkut sampah,” ujarnya, Senin (2/12)/2019.

Ia mengungkapkan selama ini di Malioboro transportasi pengangkut sampah menuju tempat pembuangan sampah hanya ada tiga armada per hari. maka dari komunitas akan menambahi dua armada lagi. Hal ini atas pertimbangan saat liburan, volume sampah dipastikan berlipat.

Di samping itu pihaknya juga meminta Pemkot untuk menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah Sementara di sekitar Malioboro. Hal ini mengingat UPT Malioboro yang pada liburan tahun lalu masih bisa digunakan untuk TPS, kali ini sudah ditutup.

Penambahan tenaga dan armada kebersihan ini akan dilakukan mulai Rabu (25/12/2019) hingga Jumat (3/1/2019). Ia juga mengungkapkan pada 2020 mendatang komunitas telah merencanakan beberapa hal, di antaranya sertifikasi halal bagi PKL kuliner dan menambah uji coba desain lesehan gaya baru.

“Saat ini baru satu yang sudah tersertifikasi halal, yakni Lesehan SBTB di depan Toko Batik Terangbulan. Lalu desain lesehan baru kemaren juga baru ada satu uji coba, yakni Lesehan Borobudur, di depan gerbang Kepatihan lama. rencananya mau ditambah,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Jogja, heroe Poerwadi, mengimbau para pelaku wisata khususnya PKL untuk turut menjaga kebersihan setidaknya dalam radius 10 meter di sekitarnya. Khusus untuk malioboro kata dia telah difasilitasi sapu dan ikra yang bisa digunakan PKL.

“jangan biarkan kalau ada plastic, puntung rokok dan sebagainya berserakan di sekitar tempat berdagangnya. Terus untuk wisatawan juga demikian, jangan membuang sampah di tempat sampah yang sudah full. Cari yang kosong, kalau perlu disempan dulu,” ungkapnya.