Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Wakil Menteri ATR dan BPN, Suryo Tjahyo, saat menyerahkan secara simbolis sertifikat kepada ribuan warga di Alun-Alun Kota Wonosari, Kamis (5/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Badingah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat tanah dengan sebaik-baiknya. Hal ini disampaikan dalam acara penyerahan 3.000 sertifikat di Alun-Alun Wonosari, Kamis (5/12/2019).
Menurut Badingah, kepemilikan sertifikat memiliki banyak manfaat. Di satu sisi, bukti sah kepemilikan tanah ini sebagai bentuk legalitas. Di sisi lain sertifikat dapat dijadikan agunan untuk proses pinjaman perbankan.
Badingah tidak mempermasalahkan adanya sertifikat yang dijadikan agunan. Hanya, ia meminta uang yang dipinjam tidak digunakan untuk berfoya-foya. “Kalau untuk konsumtif malah jadi masalah baru. Jadi sebaikan pinjaman bank dilakukan untuk kepentingan usaha sehingga dapat menjadi stimulan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Badingah menegaskan jajarannya berkomitmen membantu BPN dalam upaya menerbitkan sertifikat, salah satunya melalui program Pendaftaran Sistematis Tanah Lengkap (PTSL). “Buktinya Pemkab mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan mengurus PTSL terbaik di tahun ini,” katanya.
Hal Senada diungkapan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN DIY, Tri Wibisono. Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 33.000 bidang tanah di Gunungkidul yang telah disertifikasi melalui program PTSL. “Untuk DIY total sudah ada 113.000 bidang yang diberikan sertifikat,” katanya.
Menurut dia, kepemilikan sertifikat bagi masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman. Dengan bukti ini maka kepemilikan tanah tidak dapat diganggu gugat. “Setelah ada pengakuan yang sah, sertifikat bisa sebagai program untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Tri Wibisono mengungkapkan di Gunungkidul sudah banyak sertifikat hasil dari program PTSL yang digunakan sebagai jaminan di bank. Sebagai contoh beberapa usaha binaan seperti Griya Cokelat Nglanggeran, Batik Manggar Gading dan UKM Nira Sari di Desa Banyusoco, Playen, mengembangkan usaha dengan menjadikan sertifikat sebagai agunan di bank. “Ini yang terus didorong karena ada nilai positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Wakil Menteri BPN dan ATR, Suryo Tjahyo, mengatakan Pemerintah Pusat terus berupaya meningkatkan program sertifikasi tanah untuk masyarakat. Di 2025 sebanyak 126 juta bidang ditargetkan telah tersertifikasi. Namun hingga sekarang, capaian baru sebanyak 62 juta bidang. “Semua harus ada sertifikatnya dan kami akan berusaha mencapai target ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
BPBD Bantul meminta FPRB di seluruh wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pancaroba dan potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Menyambut libur akhir pekan Oktober 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memastikan kebutuhan transaksi perbankan masyarakat di JJateng dan DIY
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
Revitalisasi pasar di Sleman terkendala anggaran. Disperindag mengalokasikan sekitar Rp1,8 miliar untuk pemeliharaan 32 pasar pada 2026.
Bibit siklon tropis 91B berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.