Jelang Nataru, Dinkes Awasi Makanan Kemasan di Objek Wisata

Ilustrasi pemeriksaan makanan di pasaran. - Bisnis Indonesia/Rachman
05 Desember 2019 21:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk mengantisipasi beredarnya makanan tak layak saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul bakal memeriksa kelayakan makanan yang dijajakan para pelaku usaha di sejumlah objek wisata.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan jajarannya tengah menyusun mekanisme dan jadwal pemeriksaan. Ia memastikan pengawasan dilakukan menjelang masa libur Nataru, atau sekitar 20 Desember 2019. "Kami bakal menggelar inspeksi mendadak [sidak] makanan kemasan di sejumlah objek wisata pantai," kata Dewi saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (5/12/2019).

Dewi menuturkan pemeriksaan makanan terutama menyasar makanan kemasan, mulai dari masa kedaluwarsa, fisik kemasan, penggunaan zat kimia berbahaya yang ada dalam makanan dan lainnya. "Tujuannnya untuk menjamin keamanan konsumen," ujarnya.

Dewi menuturkan makanan yang sehat yakni makanan yang tidak kedaluwarsa, tidak mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, fisik makanan baik dan tidak berjamur, tidak mengandung bakteri hingga kemasan makanan harus bersih.

Selain di objek wisata, Dinkes juga bakal menggelar sidak di sejumlah toko yang tersebar di Gunungkidul. Dalam sidak yang digelar Dinkes menggandeng instansi terkait seperti Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta. "Kami akan melakukan pembinaan kepada pedagang jika ditemukan ada yang melanggar," ujarnya.

Ia mengimbau kepada para pelaku usaha kuliner maupun penjaja makanan kemasan di Gunungkidul untuk bisa terus meningkatkan kualitas keberbersihan dan kesehatan makanan yang dijual. Sedangkan bagi wisatawan ataupun masyarakat lainnya diimbau sigap dan teliti terhadap makanan maupun barang yang dibeli.

"Tidak kalah penting juga perilaku hidup bersih dan sehat, misalnya cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menyimpan makanan dengan benar agar terhindar dari lalat, kecoa dan lainnya, serta tidak mengonsumsi makanan yang sudah terlalu lama disimpan," kata Dewi.

Dewi berharap dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bermutu, harapannya wisatawan dan masyarakat tetap terjaga kesehatannya saat berlibur. "Sehingga kuliner di Gunungkidul semakin diminati dan pariwisata semakin maju," kata dia.