Bom Molotov Gamping: Polda DIY Periksa 5 Orang

Kondisi rumah milik Sunarto, 51, yang berada di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman yang dilempar bom molotov, Rabu (11/12/2019) dini hari. - Harian Jogja/Hafid Yudi Suprobo
13 Desember 2019 04:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak lima orang diperiksa oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) DIY terkait dengan pelemparan molotov ke teras rumah Sunarto di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Rabu (11/12/2019) dinihari lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan Tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, tim lantas membawa kain yang digunakan untuk membersihkan jelaga sisa api dari molotov.

“Di kain itu diduga masih tersisa sisa bahan bakar [molotov]. Akan diperiksa di Labfor Semarang untuk bisa menemtukan jenis bahan bakar yang digunakan," kata Yuliyanto.

Sebelumnya diberitakan, dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh penyidik Polsek Gamping, ditemukan sebuah benda botol bersumbu yang diduga molotov. "Rumah korban kebetulan milik pribadi korban bukan rumah kontrakan," ujar Kapolsek Gamping Kompol Sudaryo.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh jajaran Polsek Gamping, pelaku pelempar benda yang diduga molotov itu berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor berjenis matik. "Satu sepeda motor berboncengan," ujar dia.

Kejadian serupa sempat terjadi persis di wilayah yang sama yaitu di Desa Balecatur, Sleman sebulan yang lalu. "Waktu itu pelaku melempar benda ke tembok rumah warga dan memang terekam CCTV walaupun hasilnya tidak jelas," kata Kompol Sudaryo.

Terkait dengan aksi pelemparan sebuah benda yang diduga molotov ke rumah milik warga di dusun Pasekan, Desa Balecatur, Sleman, polisi juga akan memantau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara. "Apa yang bisa menunjukkan pelakunya akan kami selidiki," kata Kapolsek.