Besok, Ada Pertunjukan Biola oleh Violis Cilik di Monumen Museum Dharma Wiratama Jogja

Goldy Hutabarat, violis cilik. - ist/dok Jogja Adventure Kids
14 Desember 2019 12:27 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati Hari Juang Kartika TNI, Jogja Adventure Kids (JAK) bekerjasama dengan Museum TNI AD menyelenggarakan pertunjukan biola di Monumen Museum TNI AD - Dharma Wiratama, Kota Jogja.

Pertunjukan biola akan ditampilkan oleh Goldy Hutabarat, pemain biola cilik yang masih berusia 10 tahun. Goldy merupakan violis yang sukses bermain biola di dinding kerucut Monjali, 10 November 2019, dalam rangka Hari Pahlawan, sebulan yang lalu.

Pada Minggu (15/12/2019) besok, ia akan tampil pagi pukul 08.30 - 09.00 WIB bertepatan Hari Juang Kartika.

“Para pelintas jalan raya Panglima Jendral Sudirman dan perempatan Gramedia, bisa menikmati mendengar lagu - lagu perjuangan yang dibawakan Goldy Hutabarat,” kata Koordinator event, Zaeni Mansyur, Sabtu (14/12/2019)

Target dari pertunjukan solo biola di taman terbuka ini adalah menjadi sarana pengingat pada masyarakat Jogja bahwa tanggal 15 Desember adalah Hari Juang Kartika, peristiwa kemenangan gemilang TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Zaeni menjelaskan Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat adalah tanggal khusus Korps Infanteri TNI AD dan diperingati setiap tanggal 15 Desember untuk mengenang Pertempuran Ambarawa, yang sebelumnya bernama Hari Infanteri.

Ia menambahkan, sebelumnya, Jogja Adventure Kids telah melaksanakan long march Hari Juang Kartika 2019. Kegiatan yang digelar pada November lalu itu diikuti 15 anak berusia 7-15 tahun. Dimulai subuh mereka menyusuri bantalan rel kereta api - Bedono - Jambu, Ambarawa. Lebih dari tiga jam anak - anak Jogja Adventure Kids berjalan kaki jauh (long march).

Jelang siang, anak - anak sampai di Makam Pahlawan Kusuma Bantala, Ambarawa. “Tempat ini merupakan bukti sejarah peristiwa TNI bersama dengan rakyat melawan sekutu di medan pertempuran Palagan Ambarawa,” jelas Zaeni.

Menurut dia, sejarah perjuangan NKRI itu begitu hikmat, bergelora dan membara. Bara (semangat) itu mesti disampaikan kepada anak - anak generasi sekarang. Generasi yang sehat jiwa raga untuk Indonesia Raya.

“Memberikan paham kepahlawanan atau heroisme yang tetap dibutuhkan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan,” katanya.