Ratusan Pelamar CPNS Tak Lolos Seleksi Administrasi

Foto ilustrasi pelamar CPNS. - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Desember 2019 21:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 216 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Gunungkidul dinyatakan tak lolos seleksi administrasi. Mayoritas pelamar gagal karena kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

Kepala Bidang Formasi Pengembangan Formasi Data Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Reny Linawati, mengatakan hasil seleksi administrasi rekrutmen CPNS sudah diumumkan melalui laman resmi milik BKPP. Tidak semua pendaftar lolos karena saat penelitian berkas ada yang tidak memenuhi persyaratan sehingga dicoret dari proses rekrutmen.

Menurut dia, pada saat pendaftaran ada 3.250 pelamar. Meski demikian tidak semuanya menyerahkan berkas pendaftaran karena yang mengirimkan hanya 2.904 pelamar. Tahapan berikutnya setelah pendaftaran dilanjutkan dengan penelitian berkas yang dikirimkan dan hasilnya ada 216 pendaftar yang tidak lolos seleksi administrasi. “Sudah kami teliti dari 2.904 berkas masuk, yang dinyatakan lolos ada 2.688 pendaftar,” kata Reny saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/12/2019).

Disinggung mengenai penyebab tidak lolosnya peserta dalam seleksi administrasi, ia mengatakan, ada beberapa sebab. Namun dilihat dari persentase mayoritas pelamar gagal karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan formasi. “Makanya dicoret karena tidak sesuai kebutuhan,” katanya.

Reny menambahkan meski telah mengumumkan hasil seleksi administrasi, BKPP Gunungkidul memberikan kesempatan selama tiga hari kepada pendaftar yang gagal untuk masa sanggah terhadap keputusan yang ditetapkan. “Kami buka ruang untuk menyanggah. Nanti kalau tidak ada, maka kami tetapkan hasil seleksi administrasi satu minggu kemudian,” katanya.

Dijelaskan Reny, proses rekrutmen CPNS masih harus melalui proses panjang. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, peserta harus mengikuti seleksi kompetensi dasar yang rencananya diselenggarakan di akhir Januari 2020. “Yang lolos tes kemampuan dasar akan ikut tes lagi untuk seleksi kompetensi bidang. Jika dilihat dari jadwal, pengumuman hasil CPNS baru disampaikan April 2020,” kata Reny.

Pelaksana Tugas Kepala BKPP Gunungkidul, Sigit Purwanto, mengatakan rekrutmen CPNS tahun ini Pemkab Gunungkidul mendapatkan alokasi 250 formasi. Meski demikian tidak semua lowongan terisi karena untuk dokter spesialis di RSUD Saptosari tidak ada yang mendaftar. “Kekosongan ini tidak mengganggu jalannya CPNS,” katanya.

Menurut dia, sebelum pendaftaran dibuka sempat ada revisi jumlah formasi. Namun hasil revisi jumlah formasi di Gunungkidul mengalami penurunan. “Awalnya ada 435 formasi, tapi setelah revisi kuota yang dibuka hanya 250 formasi,” katanya.