Organda Keluhkan Penumpang Angkudes Kian Sepi

Salah satu angkudes yang beroperasi di Gunungkidul, Jumat (24/5/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
16 Desember 2019 23:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Awak angkutan umum perdesaan (angkudes) di Gunungkidul mengeluhkan kondisi penumpang yang semakin berkurang. Akibat sepinya penumpang, sejumlah trayek angkudes kini tak beroperasi lagi.

Ketua Organda Gunungkidul, Wasdianto, mengaku sepinya pengguna angkutan umum di Gunungkidul. "Beberapa trayek angkutan umum seperti Wonosari-Semin, Wonosari-Ponjong dan Wonosari-Semanu yang dulu dikenal jalur gemuk kini sepi penumpang. Bahkan beberapa jurusan seperti Wonosari-Baron kini sudah tidak beroperasi lagi karena tidak ada penumpang," kata Wasdianto saat ditemui Harian Jogja, Senin (16/12/2019).

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor ketimbang menggunakan kendaraan umum. Kejadian tersebut sudah tampak sejak 2017 hingga saat ini. Akibat sepinya penumpang, sejumlah kendaraan angkutan umum banyak yang dikandangkan.

Untuk jalur perbatasan, Organda mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan (Dishub) yang meluncurkan angkutan bus perintis dan memberikan layanan gratisnya kepada masyarakat yang masih berminat menggunakan angkutan umum. "Kami [Organda] merasa terbantu dengan keberadaan bus perintis gratis yang melayani trayek pinggiran. Selama ini masih banyak masyarakat, khususnya siswa sekolah yang memanfaatkan bus perintis," ujarnya.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Gunungkidul, Priyadi, mengakui merosotnya pengguna angkutan umum di Gunungkidul. Hal ini berdampak berhentinya operasi sejumlah armada, salah satunya jalur 27 jurusan Wonosari-Gedangsari. "Jalur 27 ditetapkan pada 2012 dan saat ini belum ada pengusaha yang mau melayani jurusan ini," ujarnya.

Untuk melayani masyarakat, Dishub mengoperasikan bus perintis di Jalur 27 dan Jalur 34 jurusan Wonosari-Sokoliman. "Bus perintis ini sebenarnya sebagai pancingan agar pengusaha ikut ambil bagian, tetapi sampai saat ini tidak ada pengusaha yang berani," ujarnya. Meski tak diminati, Dishub tetap berusaha melayani masyarakat dengan mengoperasikan bus perintis.