Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Aan Novianto menunjukkan ular piton yang ditangkap warga Dusun Ngangkruk, Pilangrejo, Nglipar, Selasa (17/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, heboh dengan kemunculan ular piton di permukiman. Dalam rentang sebulan, penduduk setempat telah menangkap lima ekor piton yang kemudian dilepaskan di hutan yang jauh dari desa.
Penangkapan piton terbaru terjadi pada Minggu (15/12/2019) lalu, di kadang milik Kardi di Dusun Ngangkruk. Ular ini ditangkap saat akan memangsa ayam.
Warga Dusun Ngangkruk, Muhammad Dono, ikut menangkap piton sepanjang 2,5 meter dan dengan bobot sekitar tujuh kilogram. Penangkapan bermula dari suara gaduh di kadang milik Kardi pada Minggu dini hari. “Sudah dicari tidak ada apa-apa, tapi saat saya akan pulang, di jalan melihat piton melilit seekor ayam,” katanya kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).
Dono pun bergegas mencari teman untuk menangkap piton. “Kalau sendiri tidak berani, jadi harus mencari kawan agar lebih mudah menangkapknya dan tidak berbahaya,” katanya.
Salah seorang anggota komunitas reptil, Aan Novianto, mengatakan dalam waktu sebulan terakhir warga sudah menangkap lima ekor piton di Pilangrejo. “Ini sudah termasuk yang ditangkap pada Minggu pagi,” kata Aan.
Menurut dia, kemunculan piton di permukiman hampir sama dengan kemunculan kobra di Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari. Penyebabnya adalah habitat alam yang sudah rusak sehingga ketersediaan pakan ular makin jarang. “Saat pakan di alam sudah jarang, ular akan mencarinya dengan mendekat ke permukiman,” katanya.
Aan mengatakan meski tidak berbisa, piton harus ditangani secara hati-hati. Menurut dia, menangkap piton minimal butuh dua orang. Menangkap piton juga harus dengan cara memegang ekornya sehingga terhindar dari lilitan. “Sepintas warna ular yang ditangkap cukup unik karena memiliki warna kuning di bagian kepala. Rencananya ular ini akan dilepaskan di area hutan yang jauh dari permukiman warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Polisi selidiki penyebab kematian satu keluarga di tenda wisata Kledung Temanggung melalui uji toksikologi sampel makanan dan gas oleh Labfor Polda Jateng.
Jadwal lengkap Piala AFF U-19 2026 di Sumatera Utara. Simak jam tayang pertandingan Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam dan Myanmar di fase grup di sini.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 dikonversi ke waktu WIB. Simak jam tayang fase grup hingga final format baru 48 tim di AS, Meksiko, & Kanada di sini.