Sekolah di Gunungkidul Dukung Penghapusan UN

Ilustrasi Ujian Nasional SD
17 Desember 2019 20:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satuan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di Gunungkidul mendukung rencana kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait dengan penghapusan ujian nasional (UN) yang diganti dengan assesment kompetensi minimum dan survei karakter sebagai syarat kelulusan.

Wakil Kepala SMA Negeri 2 Wonosari, Satsu Widodo, menyatakan jajarannya mendukung kebijakan Pemerintah Pusat. "Kalau ada kebijakan baru terutama untuk menjadikan siswa kami lebih baik kami siap mendukung," kata Satsu Widodo saat ditemui Harian Jogja, Selasa (17/12/2019).

Meski demikian, dia meminta agar rencana kebijakan penghapusan UN dan menggantinya dengan assessment perlu kajian mendalam. Sebab, UN merupakan kebijakan yang sudah lama dipakai dalam program pendidikan nasional. "Perlu kajian apakah penggantian itu bisa mengetahui tingkat kemampuan dan mengukur kualitas siswa dalam hal ini bisa mewakili UN," ujarnya.

Senada, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Playen, Wadio, mengaku siap mendukung kebijakan baru tersebut. Menurut dia, secara kelembagaan jajarannya mengikuti rencana kebijakan Mendikbud, dengan harapan sekolah diberi kebebasan dalam menentukan standar assessment sesuai kemampuan siswa. "Kami berharap sekolah diberi kebebasan dalam memberikan standar nilai sesuai latarbelakang siswa," tutur dia.

Jika rencana itu diterapkan 2021, Wadio meminta agar pemerintah segera menyosialisasikan arah kebijakan baru tersebut mulai dari bimbingan hingga hal teknis sekecil apapun, sehingga dalam setahun ke depan semua sekolah siap menlaksanakan kebijakan. "Dengan harapan meskipun diganti [UN menjadi assessment] tetapi kualitas lulusan tetap maksimal," ujarnya.