Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merevisi desain tol Jogja-Solo yang melintas di sepanjang Ring Road Monjali dari semula melayang (elevated) menjadi di bawah seperti jalan biasa (at grade). Pertimbangannya adalah faktor estetika dan keselamatan lalu lintas.
Perubahan konstruksi itu akan berdampak pada semakin banyaknya lahan yang dibebaskan karena panjang jalan tol yang menyusur tanah sekitar dua kilometer, kemungkinan besar memakai jalur Ring Road yang saat ini bebas dipakai pemakai kendaraan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan perubahan desain tol di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali) saat ini masih digodok. Ia belum mendapatkan salinan perubahaan desain karena masih berada di pusat. Menurutnya, ada beberapa pertimbangan perubahan desain itu, antara lain terkait keselamatan lalu lintas.
Selain itu Totok mengaku ada pertimbangan khusus, termasuk dari sisi estetika. Namun, ia enggak menjelaskan detailnya.
“Sebetulnya itu dulu elevated, kemudian ada pertimbangan estetika, pertimbangan ini, diminta untuk diturunkan ya kami turunkan, sebetulnya itu estetika, utamanya estetika. Saya belum tahu persisnya, tetapi biasanya orang Jogja yang lebih paham soal ini, biasanya lebih istimewa daerah tertentu yang memang kuat,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (18/12/2019).
Kawasan Monjali merupakan salah satu titik garis imajiner Jogja yang dimulai dari Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Panggung Krapyak, Kraton hingga Laut Selatan.
“Saya tidak persisnya, orang Jogja lebih paham,” ujar Totok lagi.
Ia memastikan titik yang batal elevated di wilayah DIY hanya kawasan simpang empat Monjali, sedangkan yang lain masih sesuai perencanaan. Menurutnya dengan batalnya konstruksi melayang, lebih banyak tanah milik warga yang harus dibebaskan.
Totok mengumpamakan desain elevated hanya butuh hanya tanah 10 meter, sedangkan at grade bertambah jadi 20 meter.
“Solusinya jadi at grade, akan diperlebar, gambar masih didesain, gambar desain sempurnanya kami belum lihat, mungkin pekan depan desainnya bisa kami peroleh. Mungkin menambah pembebasan lahan, kalau di situ awalnya sedikit-sedikit, cuma begitu at grade karena akan diperlebar, dulunya kena 10 meter mungkin jadi 20 meter, seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Practical Magic 2 menghadirkan kembali Sandra Bullock dan Nicole Kidman dengan kisah kutukan keluarga Owens dan nostalgia film 1998.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai salah satu sarana peredaran zat berbahaya
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
Coco Gauff melaju ke semifinal US Open 2026 setelah mengalahkan Mirra Andreeva 2-6, 7-6 (7), 6-2 dalam laga 2 jam 19 menit.
Tiga wisata Purbosari Temanggung ini berada di kawasan Liyangan, mulai kolam renang mata air, homestay alam, hingga situs bersejarah.