Warga Sudah Curiga Sejak Lama dengan Terduga Teroris yang Ditangkap di Mergangsan

Ilustrasi terorisme - JIBI
19 Desember 2019 17:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Warga sudah lama menaruh curiga pada salah satu terduga teroris yang ditangkap di Jogja pada Rabu (18/12/2019) sore.

Tim Densus Antiteror 88 kembali menangkap satu terduga teroris di DIY, Rabu (18/12/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Penangkapan ini merupakan satu di antara tiga yang dilakukan dalam kurun waktu yang sama selain terduga teroris di Patehan Lor dan Berbah Sleman.

Tim Densus yang beranggotakan 15 anggota menggeledah rumah terduga teroris, FA, di Jalan Bintaran Kulon, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Istri FA turut diamankan bersama sejumlah barang milik FA, seperti kabel, HT, dan buku.

Ketua RW 01 Bintaran Kulon Heri Nugroho (50) membenarkan penggeledahan tersebut. Heri bahkan mengaku kaget terjadi penggeledahan rumah milik FA. Dia tiba-tiba dijemput anggota tim Densus berpakaian preman untuk menjadi saksi mata penggeledahan.

"Saya diminta menyaksikan rumah milik FA yang digeledah itu," ujar Heri ketika dihubungi Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (19/12/2019).

Heri mengaku sempat khawatir ketika masuk ke rumah milik mertua FA. Dia takut tiba-tiba ada ledakan bom dari dalam karena di rumah tersebut ada istri FA.

Kekhawatiran tersebut dirasakannya karena selama ini keluarga FA sangat tertutup. Mereka tidak pernah berbaur dan bersosialisasi dengan warga sekitar sejak menikah lima tahun silam. FA pun tidak pernah ikut pertemuan RT meskipun diundang.

Bahkan saat keduanya melangsungkan pernikahan di Masjid At-Taufiq, keanehan sudah dirasakan warga. FA dan istrinya tidak dipertemukan dalam prosesi pernikahan tersebut.

"Pengantin cowok dan cewek tidak dipertemukan. Iki ajaran apa meneh [ini ajaran apa lagi], saya gitu. Yang perempuan juga sudah bercadar," tandasnya.

Heri menambahkan, dirinya tidak mengetahui pasti pekerjaan FA maupun istrinya. FA tiap hari selalu berangkat pagi dan pulang malam atau keesokan harinya.

Begitu pula dengan sang istri, yang selalu berangkat pagi dan pulang malam. Sedangkan setiap Sabtu dan Minggu mereka sering keluar kota.

"Tidak ada tamu yang datang ke rumahnya tapi mereka selalu pergi dari pagi," imbuh Heri.

Sumber : Suara.com