600 Anak Ikuti Bina Iman Kristen

Anak-anak mengikuti kegiatan Bina Iman Kristen di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (19/12/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
19 Desember 2019 23:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kelompok Kerja Guru (KKG) Mata Pelajaran Agama Kristen (AK) mengadakan Bina Iman Kristen kepada sekitar 600 siswa dari seluruh kabupaten Sleman di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Kamis (19/12/2019).

Ketua KKG AK Sleman Wawan Arfiyanto mengatakan agenda Bina Iman Kristen di Sleman menjelang Natal yang digelar untuk anak anak merupakan agenda tahunan. "Namun, untuk tahun ini berbeda jika dibandingkan dengan sebelumnya. Jika sebelumnya diadakan per wilayah seperti di barat, timur, dan selatan, dan utara. Sekarang terpusat di GKI Gejayan," ujar Wawan kepada Harian Jogja, Kamis.

Bina Iman Kristen, kata dia, digelar untuk membangun keakraban anak anak dan guru karena memang setiap guru di kabupaten Sleman bisa mengampu dua sampai tiga sekolah. Kemudian, murid yang diampu terkadang hanya ada dua atau tiga murid di satu sekolah. "Walaupun juga ada yang banyak muridnya, kalau diadakan secara berpisah-pisah kesannya kan sedikit, namun jika diadakan secara bersamaan di gereja ini kan akan lebih semarak," ujarnya.

Bina Iman Kristen yang tahun ini digelar dengan tema Smart in Jesus, melibatkan anak kelas I SD, bahkan juga ada beberapa anak dari TK . "Jika tahun sebelumnya, kami juga melibatkan anak kelas IV, V, dan VI SD," ujar dia.

Ketua Panitia Eru Akuwan M.Th mengatakan sebanyak 600 siswa yang ikut dalam Bina Iman Kristen tahun ini berasal dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Sleman. "Kami belum bisa merinci sekolah mana saja. Dulu memang kami membuat kegiatan per wilayah, walaupun ada event-event tertentu selain Natal dan kami pertemukan anak-anak juga seperti Paskah, outbound dan sebagainya," ucap dia.

Dia menjelaskan tema Smart in Jesus dimaksudkan untuk merangsang anak-anak untuk terlibat dalam program pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah. "Misi dari pemerintah kan pembangunan SDM, maka dari itu kami melibatkan anak-anak untuk merangsang mereka mempunyai karakter dan hati untuk terlibat di dalamnya," ujar dia.

Dia berharap anak-anak nantinya bisa berkontribusi besar serta berguna bagi orang tua, sekolah, dan secara luas kepada bangsa dan negara. "Pengertian smart kan tidak hanya sebatas intelektual tetapi juga rohani dan spiritual yang bisa mereka kembangkan," ujar dia.