Ular Kobra Bermunculan, Puskesmas Siapkan Serum Antibisa

Anggota Komunitas Gunungkidul Reptil Independen Dino Ahzar Setiawan saat melakukan tes untuk mengetahui jenis kelamin ular kobra yang ditangkap di wilayah Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari. Kamis (5/12/2019)-Harian Jogja - David Kurniawan
19 Desember 2019 21:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seiring semakin maraknya kemunculan ular berbisa di kawasan permukiman, sejumlah puskesmas di Gunungkidul menyiapkan serum antibisa ular. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan membersihkan lingkungan dan sekitar tempat tinggal. Tumpukan barang-barang yang berpotensi menjadi sarang ular dan hewan berbahaya lainnnya harus disingkirkan. "Bersihkan lingkungan rumah dan jangan menumpuk barang-barang yang tidak terpakai," kata Dewi saat ditemui Harian Jogja, Kamis (19/12/2019).

Menurut Dewi, untuk mengantisipasi jika ada warga yang digigit ular, seluruh puskesmas di Gunungkidul diminta menyediakan serum antibisa ular. "Setiap puskesmas di Gunungkidul sudah memiliki serum antibisa ular," ujarnya.

Selain untuk mengantisipasi gigitan ular berbisa yang bisa terjadi kapan saja, penyediaan serum ini merupakan standar pengoperasian puskesmas di Gunungkidul, sehingga jauh sebelum maraknya kemunculan ular di sejumlah wilayah di Gunungkidul, puskesmas sudah mempersiapkannya. "Itu [serum antibisa ular] merupakan standar yang harus dipenuhi dalam pengoperasian puskesmas," tutur dia.

Dia mengatakan serum antibisa ular yang disediakan melalui fasilitas kesehatan pemerintah, masyarakat bisa memanfaatkannya secara gratis setelah terdaftar sebagai peserta BPJS. "Kalau di faskes pemerintah gratis, penggunaan BPJS [untuk serum] aturannya sama dengan obat lainnya," ujarnya.

Warga yang terkena gigitan ular berbisa perlu memperhatikan beberapa tindakan awal sebagai langkah pertolongan pertama sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. "Luka gigitan segera dicuci dengan air mengalir, kemudian dibebat atau diikat di bagian atas dari luka untuk memperlambat menyebarnya racun, tapi jangan terlalu ketat. Setelah itu korban harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit," kata Dewi.

Sebelumnya, puluhan anakan ular korban ditemukan di Dusun Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Selain di Kepek, anakan ular kobra juga ditemukan di Kecamatan Karangmojo.