Bertipe B, Terminal Jombor Ternyata Belum Punya CCTV

Ilustrasi bus di Terminal Jombor. - Harian Jogja
23 Desember 2019 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sarana pendukung keamanan Terminal Jombor yang berada di Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, disorot. Pasalnya hingga kini terminal tipe B itu belum dilengkapi oleh kamera pengintai (CCTV), padahal jumlah penumpang kendaraan umum di Jombor terbilang cukup banyak, terutama saat libur akhir tahun seperti sekarang ini.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan meskipun secara umum pelayanan para pemudik di Terminal Jombor Sleman sudah relatif baik, namun ketidakadaan CCTV menjadi salah satu catatan. Menurutnya, terminal tersebut masih perlu didukung oleh CCTV serta peranti komunikasi dan informasi yang baik.

"Secara umun kondisi keamanan terminal baik, tetapi ada beberapa hal pendukung yang perlu dilengkapi seperti pemasangan CCTV. Tidak hanya di terminal ini, tetapi juga beberapa lokasi strategis lainnya yang banyak dikunjungi orang," kata Eko di sela-sela monitoring dan evaluasi kesiapan keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Jombor, Senin (23/12/2019).

Keberadaan CCTV Terminal Jombor, kata Eko, sangat penting karena terminal tersebut menjadi salah satu tempat transit utama para wisatawan yang datang dari sejumlah daerah, seperti misalnya Sumatra, Jakarta, dan Semarang. "Jadi mari wujudkan keamanan dan kenyamanan bagi yang berkunjung ke sini. CCTV penting agar semua terpantau dengan baik," katanya.

Terkait dengan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke DIY, kata Eko, selain melibatkan aparat kepolisian dan TNI keterlibatan aparat pemerintahan dan sukarelawan seperti 318 orang tim SAR yang menjaga keamanan wisatawan. "Satlinmas bersama Satpol PP juga ikut mengamankan perayaan Natal dan destinasi-destinasi wisata," katanya.

Staf Operasional Terminal Jombor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Siswaka mengatakan ada peningkatan armada dan penumpang menjelang perayaan Nataru 2020. Untuk armada dan jumlah penumpang di Terminal Jombor, terjadi peningkatan hingga 10%. "Kalau rata rata per hari yang berangkat atau datang 30 unit jelang Nataru meningkat menjadi 50 unit," katanya.

Dia mengatakan penumpang di Terminal Jombor didominasi oleh penumpang yang berlibur ke luar daerah atau kembali ke kampung halaman. Peningkatan jumlah penumpang terjadi sekitar empat hari lalu.

Disinggung soal keberadaan CCTV, Siswaka membenarkan jika terminal tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas itu. Saat ini, dinasnya tengah mengusulkan pengadaan CCTV di sejumlah titik, salah satunya adalah Terminal Jombor. “Untuk menjamin keamanan penumpang, kami sudah berkerja sama dengan para agen bus yang ada di sekitar terminal. Selama ini situasi di Terminal Jombor aman, tidak ada copet atau calo. Kami bekerja sama dan melibatkan agen tiket bus yang tergabung dalam Paguyuban Agen dan Perwakilan Bus Malam [Pabima]," kata dia.