3 Bulan, Damkar Sleman Sudah Evakuasi 7 Kobra

ilustrasi ular kobra - antara
26 Desember 2019 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama tiga bulan, sejak Oktober-Desember, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait dengan kemunculan ular. Tercatat, sepanjang tiga bulan Bidang Damkar mengevakuasi setidaknya tujuh ekor ular kobra dan beberapa ular tidak berbisa lain.

Inspektur Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Heru Sapto Priyono mengatakan ular kobra yang diamankan rerata berukuran kecil dengan panjang kurang dari 50 sentimeter. "Kebanyakan kami tangkap di area permukiman warga, kemudian kami lepaskan di area persawahan," ujar Heru, Kamis (26/12/2019).

Hasil tangkapan anakan kobra, lanjut Heru, kemudian dilepaskan ke persawahan yang memang sudah dilakukan pemetaan atau survei sebelumnya oleh Damkar Sleman agar aman tidak melukai masyarakat. "Kami lepaskan ke persawahan agar kobra memakan tikus, itu juga dalam rangka menjaga ekosistem," ujarnya.

Adapun, wilayah penangkapan ular dalam kurun waktu tiga bulan terakhir berkisar di wilayah Godean, Berbah, dan Ngemplak. Perumahan yang menjadi sasaran dari ular kobra sendiri memang lokasinya berdekatan dengan sungai dan sawah.

Bahkan, di Godean, Kepolisian Sektor Godean juga pernah melaporkan kejadian serangan ular yang masuk ke kantor. "Namun, setelah dilakukan penangkapan oleh tim damkar ular yang masuk bukan kobra, tetapi ular bandotan macan (Ptyas mucosa) atau juga disebut Ular Tikus India," ucap dia.

Lebih lanjut, kemunculan ular kobra di Ngemplak bahkan lebih mengkhawatirkan. Ular kobra, lanjut Heru, sempat bersembunyi di sepatu anak anak di perumahan Puri Domas, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman.

Kasus penangkapan ular kobra yang juga berada di rumah warga ini juga merupakan pertama kalinya dilaksanakan oleh Jajaran Damkar Sleman. Tahun sebelumnya, tidak ditemukan kemunculan ular kobra di rumah warga. "Tahun depan kami sudah anggarkan penanganan animal rescue, tahun ini memang hanya sebatas aksi kemanusiaan oleh damkar Sleman," ungkapnya.

Kendati demikian, Damkar Sleman masih terkendala oleh sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan ular kobra yang mengancam keselamatan warga. Oleh karena itu, Heru dan jawatannya juga terus berupaya meningkatkan kualitas teknis penanganan kemunculan ular kobra. "Kami menggandeng akademisi dari UGM dan juga komunitas pencinta reptil dalam penanganan kemunculan ular kobra ini," tutupnya.