Kejar Target Panen, Masa Tanam Padi Dipercepat

Seorang petani di Kecamatan Semanu mengolah lahan, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad nadhir Attamimi
28 Desember 2019 06:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memiliki target masa tanam pertama untuk padi bisa rampung di pengujung 2019. Saat ini DPP terus memantau ke lapangan guna memberikan arahan dan informasi kepada para petani dalam upaya mempercepat masa tanam padi di pekan terakhir Desember.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengungkapkan data pemanfaatan lahan tanam padi di Gunungkidul hingga Kamis (26/12/2019) sudah mencapai 41.626 hektare atau 85,2 % dari target seluas 48.825 hektare. Untuk tanaman jagung, hingga Kamis dilaporkan sebanyak 34.877 hektare lahan sudah ditanami benih atau 76,2 % dari target. "Lahan-lahan itu meliputi luas tanam padi sawah dan padi lahan kering," kata Bambang, Jumat (27/12/2019).

Ia mengapresiasi langkah para petani yang secara terus menerus melaksanakan percepatan gerakan tanam padi. "Kami berharap petani di Gunungkidul bisa panen tepat waktu di 2020," ujarnya.

Bambang menuturkan varietas padi yang ditanam para petani beragam. Di Kecamatan Karangmojo misalnya, Kelompok Tani (Poktan) Gatakrejo menggunakan varitas Inpari 42 yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat serta benih padi hibrida. Guna melaksanakan gerakan tanam, para petani memanfaatkan aliran air dari Bendung Gatakrejo.

Di Kecamatan Patuk tepatnya di Desa Terbah, para petani menanam benih padi Ciherang bantuan Pemerintah Pusat. "Rata-rata benih bantuan pemerintah di Kecamatan Patuk sudah ditanam semua," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menuturkan selain mempercepat masa tanam jajarannya juga memantau curah hujan. Hal ini sangat penting mengingat curah hujan di sejumlah wilayah berbeda-beda. "Hujan sudah turun merata, berdasar catatan rata-rata jumlah hari hujan di Gunungkidul mencapai 11,1 hari dengan rata-rata per kecamatan curahnya mencapai 164,8 milimeter," ujarnya.

Intensitas curah hujan tertinggi di Gunungkidul berada di Kecamatan Semin yang mencapai 301 milimeter dengan jumlah hari 18 hari hujan. Sedangkan wilayah terendah berada di Kecamatan Rongkop dengan curah hujan 80 milimeter dengan intensitas lima hari hujan.