Danantara Ikut Biayai LRT Jakarta, Ruang Fiskal DKI Terjaga
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Yomi Windriasni menunjukkan hasil inovasinya berupa sabun cuci bermerek Langis yang ia buat dari bahan baku jelantah, Minggu (29/12/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang ibu asal Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Bantul berhasil menciptakan sabun cuci pakaian dari bahan minyak goreng bekas (jelantah).
Ditemui saat berada di Kampung Keluarga Berencana (KB) Mertosanan Kulon, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, perempuan bernama lengkap Yomi Windriasni itu mengatakan jelantah selama ini dianggap tak bernilai ekonomis. Jelantah, kata dia, selama ini cuma dimanfaatkan untuk membuat bio diesel.
Akan tetapi di tangan perempuan yang juga aktif mengelola Bank Sampah Berdikari Sejahtera di Perumahan Graha Banguntapan, Somenggalan, Desa Jambidan itu jelantah bisa bernilai ekonomis dengan cara menyulapnya menjadi sabun cuci. “Kalau untuk bahan bio diesel, jelantah paling dihargai oleh pengepul antara Rp2.000 sampai Rp3.000 per liter. Kalau jadi sabun begini, harganya bisa lebih tinggi,” kata dia, Minggu (29/12/2019).
Yomi mengatakan inovasi mengubah jelantah jadi sabun cuci, kali pertama ia lakukan pada April lalu. Hal itu dilatarbelakangi banyaknya jelantah yang ada di bank sampah yang ia kelola. “Di bank sampah saya [jelantah] ada sekitar 30-50 liter,” ucap perempuan berusia 39 tahun itu.
Yomi menjelaskan proses pembuatan sabun dilakukan dengan menetralkan jelantah. Penetralan itu ia lakukan dengan merendam arang ke dalam minyak selama 24 jam. Kemudian minyak tersebut disaring dan dituan ke wadah lalu mencampurkan bubuk soda api.
“Takarannya untuk setiap 450 mililiter jelantah, soda apinya 200 milileter. Aduk sampai merata hingga kental dan bisa ditambah parfum sesuai selera. Campuran itu harus langsung dicetak karena jika lama dibiarkan akan membeku. Kami jamin produk ini aman,” kata dia.
Dari seliter jelantah dia bisa menghasilkan 14 sabun batang dengan berat 20 gram, sedangkan untuk mengubahnya jadi sabun padat, cairan tadi dibiarkan dalam suhu ruangan selama lebih kurang tiga hari.
“Setelah tiga hari sabun sudah jadi dan siap dipakai. Sabun yang baik warnanya putih, bersih dan padat. Sebaliknya sabun jelek ketika dipegang lembek, kotor dan warnanya kekuningan,” ucap Yomi.
Sabun yang ia beri merek Langis itu pun ia banderol dengan harga beragam sesuai jenisnya. Untuk batangan ia jual dngan harga Rp15.000 per batang. Sabun cair ia jual dengan harga Rp25.000 per 250 mililiter. “Setiap bulan saya mampu menjual 150-300 batang. Kalau untuk sabun cair bisa laku 30 botol dan mayoritas pemasaran secara online,” kata dia.
Camat Banguntapan Fauzan Mua\'rifin mengaspresiasi inovasi warganya tersebut. Pasalnya selain bisa mengurangi limbah, produk itu pun bisa menambah pendapatan masyarakat. "Karena Yomi tidak bekerja sendiri, namun dibantu tetangga sekitar dengan tetap hasil akhir kualitasnya di cek oleh Yomi," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Rambut rontok saat disisir merupakan bagian dari siklus alami. Ketahui jumlah yang masih normal dan tanda kerontokan yang perlu diperiksa.
Susan Sarandon dan Hannah Einbinder ditangkap saat demo menolak Netanyahu di dekat Markas PBB New York. Simak kronologi aksinya.
Cara berhenti langganan Meta One agar tidak diperpanjang otomatis. Simak langkah membatalkan lewat WhatsApp, App Store, dan Google Play.
Cek harga emas Pegadaian Jumat 25 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri24 lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
Ban mobil retak rambut bisa dipicu usia, UV, tekanan angin, hingga penyimpanan. Kenali retakan yang masih dangkal dan tanda ban harus diganti.