Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi hujan./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN--BMKG Staklim Mlati Yogyakarta menyatakan jika hujan es masih berpotensi terjadi di wilayah DIY dan sekitarnya.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta menyatakan jika potensi hujan es masih bisa muncul diawal-awal musim hujan ini. "Wilayahnya sulit untuk dipastikan terjadi di mana, tetapi kejadiannya didominasi di daerah tinggi yang paling banyak diguyur hujan," kata Etik kepada Harianjogja.com, Minggu (29/12/2019).
Berdasarkan pemetaan yang telah dilaksanakan oleh BMKG Staklim Mlati mengatakan hujan es kerap terjadi di wilayah tinggi khususnya dataran tinggi yang ada di kabupaten Sleman.
Penyebab munculnya hujan es, lanjut Etik, adalah aktivitas awan cumulonimbus (CB) yaitu awan rendah yang pertumbuhannya vertikal menjulang ke atas.
"Berbentuk gumpalan seperti bunga kol dan menyerupai huruf T awan ini puncaknya sangat tinggi hingga suhu bagian atas awan ini sudah minus akibatnya bentuk partikel diatasnya adalah kristal kristal es," paparnya.
Kristal es di bagian atas inilah, menurut Etik, yang bisa turun ke bumi dalam bentuk es. Penyebab jatuhnya es dari awan ini bisa dikarenakan adanya turbulensi atau golakan angin yang kuat atau bisa juga terpental ke bawah pada saat munculnya petir. "Awan CB ini umumnya terbentuk diperiode antara siang dan sore hari," imbuhnya.
Etik menambahkan, dampak lain yang bisa ditimbulkan awan CB ini selain hujan es adalah hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang termasuk puting beliung.
Meskipun, durasi hidupnya bersifat lokal dan pendek berkisar antar 1-2 jam, tetapi dampak yang ditimbulkan bisa cukup besar. "Diimbau masyarakat untuk mewaspadai bila di daerahnya muncul awan jenis CB ini," tutupnya.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Sleman menyatakan tiga wilayah kecamatan di kabupaten Sleman yaitu Prambanan, Gamping, Berbah sempat diguyur hujan lebat dan angin kencang. Bahkan, di Berbah sempat terjadi hujan es.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, mengatakan dilaporkan terjadi hujan es di Dusun Bledangan, Tegaltirto, Kecamatan Berbah.
"Tadi sempat terpantau hujan es di dusun Blendangan tegaltirto berbah, nihil dampak kerusakan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.