Rayakan Usia Satu Dasawarsa, Ini Dia Andalan Layanan RSUD Prambanan

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja (kiri) di sela-sela perayaan HUT ke-10 RSUD Prambanan, Kamis (2/1/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
02 Januari 2020 18:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Layanan home care berbasis rumah sakit terus dikembangkan oleh RSUD Prambanan. Tidak hanya itu, rumah sakit pelat merah tersebut juga mengedepankan layanan pemenuhan gizi siap antar sesuai kebutuhan pasien.

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengatakan di usia yang ke-10 tahun, RSUD Prambanan terus meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat. Selain menyabet akreditasi paripurna, kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit tersebut terus mengalami peningkatan.

Salah satunya, kata Isa, dari seluruh pasien yang ditangani, hanya 69% merupakan peserta BPJS Kesehatan, sisanya sekitar 31% merupakan pasien umum.

Artinya, lanjut Isa, kepercayaan masyarakat untuk memilih layanan kesehatan di RSUD Prambanan terus mengalami peningkatan. "Tahun ini target kami bisa mandiri dalam segala hal. Mandiri dari pembiayaan dan juga peningkatan layanan dan program bagi masyarakat," katanya di sela-sela perayaan HUT ke-10 RSUD Prambanan, Kamis (2/1/2019).

Tahun ini, katanya ada dua program layanan yang dititiktekankan kepada masyarakat. Meliputi layanan home care dan juga pemenuhan gizi pasien di rumah. "Program home care sebenarnya sudah kami jalankan. Hanya tahun ini akan kami tingkatkan lagi, kami optimalkan lagi demi menjaga kesehatan pasien," ujar Isa.

Program tersebut membantu masyarakat yang tidak bisa berkunjung ke rumah sakit. Seperti pasien lanjut usia, pasien lumpuh, stroke atau yang mengalami keterbatasan lainnya untuk berkunjung ke rumah sakit. "Program ini didukung oleh para tenaga kesehatan profesional. Kami memiliki 30 petugas untuk menjalankan program ini," jelas Isa.

Uniknya, layanan home care tersebut tidak membatasi lokasi pasien selama masih dalam jangkauan jarak kunjungan. Pun pelayanan kesehatan yang diberikan juga tidak berbeda saat pasien dirawat di rumah sakit. Termasuk layanan untuk penyakit kronis. "Kami berharap tahun ini layanan ini bisa mencapai di atas 80 persen. Asalkan pasien bersedia di rawat dan ada kemauan untuk cepat sembuh," kata Isa.

Selain layanan home care, rumah sakitnya juga menyediakan layanan kesehatan gizi bagi pasien. Layanan tersebut berupa catering sehat di mana setelah menjalani perawatan di rumah sakit, pasien bisa memenuhi kebutuhan gizinya dengan layanan gizi sehat. "Kami membantu menyediakan layanan delivery order pemenuhan gizi pasien. Tentu dengan ketentuan para Ahli gizi yang kami miliki," kata Isa.

Kabag Tata Usaha RSUD Prambanan Isti Handayaningsih menjelaskan selama dirawat di rumah sakit pasien selalu mendapatkan makanan bergizi sesuai dengan kebutuhan pasien. "Masalahnya, setelah pulang ke rumah, terkadang keluarga atau pasien sendiri kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizinya," ujarnya.