Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 hingga Palur
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
Keistimewaan DIY
Harianjogja.com, JOGJA--Seluruh Kepala Desa di berbagai wilayah DIY akan dilantik ulang kemudian dikukuhkan menjadi Lurah seiring dengan perubahan nomenklatur desa menjadi kelurahan di 2020.
Kebijakan ini untuk menjalankan amanat UU No.13/2012 tentang keistimewaan DIY serta berbagai aturan turunan lainnya baik Perda DIY maupun Pergub DIY.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan perubahan nomenklatur desa menjadi kalurahan segera direalisasikan di 2020 ini. Nomenklatur itu secara otomatis akan berubah jika setiap kabupaten melakukan perubahan dengan melantik ulang kepala desa kemudian dikukuhkan menjadi lurah. Saat ini Kabupaten yang sudah menyatakan siap menjalankan perubahan ini adalah Kulonprogo, pelantikan rencananya akan dilakukan pekan depan.
"Dalam waktu dekat ini Kulonprogo, mungkin pekan depan. [Pelantikan kepala desa jadi lurah] Dilakukan di Kulonprogo, kami serahkan ke Kulonprogo. Namanya pelantikan tentu ada seremoninya. Jadi [kepala desa] dilantik ulang lalu dikukuhkan menjadi Lurah," terangnya di Kepatihan, Kamis (2/1/2020).
Ia menambahkan dimulainya perubahan nomenklatur itu akan ditandai dengan penetapan kelembagaan setiap kabupaten dan kota serta pelantikan kepala desa menjadi lurah. Perubahan itu sudah diamanatkan di Perda, Pergub bahwa desa-desa di DIY memiliki tugas dan kewenangan di bidang keistimewaan maka disebut dengan kalurahan. Sehingga kelembagaan di kabupaten dan kota di DIY akan menyesuaikan.
"Tergantung penetapan kelembagaan di masing-masing kabupaten, karena berlakunya terhadap penyebutan itu menyesuaikan dengan kapan kabupaten melakukan pelantikan terhadap kepala desa," katanya.
Aji menambahkan pelantikan perubahan itu sementara dilakukan di level pemerintah desa menjadi kalurahan. Sedangkan untuk perubahan Kecamatan menjadi Kapanewon akan ditetapkan bersama dengan penyesuaian lembaga organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten dan kota.
"Kalau camat itu [penetapan perubahannya] nanti jadi satu dengan OPD yang ada di kabupaten. [Perubahan papan nama, kop surat] Itu bisa dilakukan sambil jalan, karena fungsi desanya ada di situ, nomenklatur di KTP juga masih bunyi desa, tentu akan kami sinkronkan penyebutan dengan pemerintah pusat," ujarnya.
Sebelumnya Paniradyapati DIY Beny Suharsono menyatakan perubahan nomenklatur kecamatan dan desa direalisasikan di 2020. Desa akan berganti dengan kalurahan dengan kepala desa berubah sebutan menjadi Lurah, kecamatan berganti menjadi kapanewon dengan camat bernama Penewu. Sebanyak 78 kecamatan akan berubah menjadi kapanewon, kemudian 14 kecamatan yang berada di Kota Jogja akan berubah menjadi kemantren.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkecuali.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.