Bupati Gunungkidul Ingatkan Netralitas Kades dalam Pilkada

Ilustrasi. - Antara
02 Januari 2020 08:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Badingah, meminta kepada kepala desa untuk menjaga netralitas selama Pilkada 2020. Hal ini disampaikan saat melantik kades hasil Pilkades Serentak 2019 di Gedung Serba Guna Siyono, Playen, Selasa (31/12/2019).

Menurut Badingah, dalam Undang-Undang No.6/2014 tentang Desa, kades harus profesional dan menjaga netralitas. Kebijakan pengambilan keputusan dalam menjalankan roda pemerintahan harus mengacu pada peraturan yang berlaku. “Pada 2020 digelar pilkada serentak dan euforianya sudah mulai dirasakan. Kami berharap kepada semua kepala desa untuk bisa menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis,” katanya, Selasa.

Badingah menegaskan kades harus bisa merangkul semua pihak dengan menjalankan pembangunan tanpa ada unsur diskriminasi sehingga dapat menjadi pemimpin yang amanah. “Pilkades sudah selesai dan harus fokus untuk membangun desa yang lebih baik lagi. Kades juga harus bisa mengayomi seluruh warga,” katanya

Dijelaskan Badingah, para kades diminta untuk membantu mewujudkan visi misi Bupati dalam mewujudkan Gunungkidul sebagai tujuan pariwisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera. “Mari membangun Gunungkidul yang lebih baik lagi,” kata Badingah.

Pilkades serentak digelar di 56 desa. Meski demikian, pengambilan sumpah jabatan hanya dilakukan untuk 55 kades terpilih. Khusus untuk Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, kades terpilih belum dilantik karena masa jabatan kades lama baru berakhir pada Januari 2020. “Pelantikan diagendakan saat masa jabatan habis sehingga tidak ikut dengan pelantikan bersama,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko.