Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Antrean truk pengangkut sampah masih kerap terjadi di TPST Piyungan, Bantul.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY menyebutkan bahwa keterbatasan alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul menyebabkan antrean truk pengangkut sampah yang hendak masuk kawasan TPST tersebut.
"Yang menjadikan antrean truk di TPST itu karena terbatasnya alat berat yang bisa untuk meratakan sampah," kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Fauzan di Bantul, Sabtu (4/1/2020).
Dia mengatakan alat berat berupa buldoser yang dioperasionalkan pengelola TPST Piyungan hanya ada dua unit, satu unit di dermaga utara dan satunya lagi di dermaga selatan, dengan dua unit tentu membutuhkan waktu proses meratakan tumpukan sampah sebelum truk sampah menumpahkan muatannya.
"Kemudian eksavator hanya ada satu unit digunakan untuk mobil swasta yang tidak dilengkapi dengan truk dam. Berbeda dengan adanya dam truk yang langsung bisa dibongkar (muatan sampah,)," katanya.
Fauzan mengatakan untuk dermaga di TPST Piyungan sudah dibangun secara permanen, baik di dermaga utara dan selatan, bahkan landasannya sudah terbuat dari beton. Hanya saja terkadang sampah tidak bisa masuk sampai tengah area.
"Kadang-kadang mereka (pengemudi truk sampah, red.) membuang sebelum masuk ke tengah area, itu yang juga menyebabkan antrean banyak. Tetapi upaya yang dilakukan, mendorong dengan buldoser dari yang di tepi menjadi ke tengah," katanya.
Menurut dia, antrean truk sampah yang hendak masuk dan membuang sampah di TPST Piyungan dalam beberapa waktu terakhir terutama pada Desember juga disebabkan banyaknya volume sampah yang masuk TPST, baik dengan truk sampah maupun mobil bak terbuka milik masyarakat.
Bahkan, pihaknya mencatat bahwa volume sampah yang masuk TPST Piyungan yang diangkut dari wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul tersebut selama Desember 2019 mengalami kenaikan 2.083,76 ton dibandingkan dengan volume sampah pada November.
"Data sampah yang masuk TPST bulan Desember totalnya 18.851,59 ton, jika dibandingkan dengan November yang totalnya sebanyak 16.767,83 ton, ada kenaikan 2.083,76 ton. Lonjakan terjadi mulai 14 Desember sampai 31 Desember, mayoritas sampah dari TPS masing-masing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.