Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Antrean truk pengangkut sampah masih kerap terjadi di TPST Piyungan, Bantul.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY menyebutkan bahwa keterbatasan alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul menyebabkan antrean truk pengangkut sampah yang hendak masuk kawasan TPST tersebut.
"Yang menjadikan antrean truk di TPST itu karena terbatasnya alat berat yang bisa untuk meratakan sampah," kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Fauzan di Bantul, Sabtu (4/1/2020).
Dia mengatakan alat berat berupa buldoser yang dioperasionalkan pengelola TPST Piyungan hanya ada dua unit, satu unit di dermaga utara dan satunya lagi di dermaga selatan, dengan dua unit tentu membutuhkan waktu proses meratakan tumpukan sampah sebelum truk sampah menumpahkan muatannya.
"Kemudian eksavator hanya ada satu unit digunakan untuk mobil swasta yang tidak dilengkapi dengan truk dam. Berbeda dengan adanya dam truk yang langsung bisa dibongkar (muatan sampah,)," katanya.
Fauzan mengatakan untuk dermaga di TPST Piyungan sudah dibangun secara permanen, baik di dermaga utara dan selatan, bahkan landasannya sudah terbuat dari beton. Hanya saja terkadang sampah tidak bisa masuk sampai tengah area.
"Kadang-kadang mereka (pengemudi truk sampah, red.) membuang sebelum masuk ke tengah area, itu yang juga menyebabkan antrean banyak. Tetapi upaya yang dilakukan, mendorong dengan buldoser dari yang di tepi menjadi ke tengah," katanya.
Menurut dia, antrean truk sampah yang hendak masuk dan membuang sampah di TPST Piyungan dalam beberapa waktu terakhir terutama pada Desember juga disebabkan banyaknya volume sampah yang masuk TPST, baik dengan truk sampah maupun mobil bak terbuka milik masyarakat.
Bahkan, pihaknya mencatat bahwa volume sampah yang masuk TPST Piyungan yang diangkut dari wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul tersebut selama Desember 2019 mengalami kenaikan 2.083,76 ton dibandingkan dengan volume sampah pada November.
"Data sampah yang masuk TPST bulan Desember totalnya 18.851,59 ton, jika dibandingkan dengan November yang totalnya sebanyak 16.767,83 ton, ada kenaikan 2.083,76 ton. Lonjakan terjadi mulai 14 Desember sampai 31 Desember, mayoritas sampah dari TPS masing-masing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Cara cek desil BPS lewat HP melalui DTSEN dan Cek Bansos Kemensos serta kaitannya dengan wacana pembatasan pembelian Pertalite.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.
Los Pasar Brosot Kulonprogo ambruk sejak 23 Juli 2026 dan belum ditangani. DPRD mendesak solusi sementara bagi pedagang terdampak.
BPS Kota Jogja menegaskan desil DTSEN ditentukan terpusat oleh BPS pusat dari data kementerian dan lembaga, bukan pendataan langsung BPS Kota.