Di Bantul, Kenaikan Cabai Bisa Tembus Separuh Harga

Ilustrasi pedagang bahan pokok. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
12 Januari 2020 17:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Bantul merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai keriting dan cabai merah yang hampir mencapai lebih dari 50%.

Dari hasil pemantauan harga yang dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) di sejumlah pasar rakyat pada pekan ini harga cabai keriting di kisaran Rp44.000 per kilogram, padahal pekan lalu masih di harga Rp30.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah saat ini berkisar antara Rp50.000-55.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram.

Selain cabai, harga bawang putih jenis kating juga naik dari awalnya Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga gula pasir juga naik dari Rp12.500 menjadi Rp12.800 per kilogram. "Sementara komoditas lain cenderung stabil bahkan ada yang turun seperti telur ayam kampung dari Rp24.000 per kilogram menjadi Rp22.000 per kilogram. Harga bawang merah juga turun dari Rp38.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, " kata Kasi Distribusi dan Harga Kebutuhan Pokok, Disdag Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani, Sabtu (11/1/2020).

Nani, sapaan akrab Zuhriyatun Nur Handayani mengatakan pemantauan harga tersebut dilakukan dengan mengambil sampel beberapa pasar tradisional seperti Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Imogiri, dan Pasar Piyungan.

Hingga kini dinasnya belum tahu pasti penyebab kenaikan harga beberapa komoditas tersebut. “Kalau kami menduga karena faktor cuaca,” ucap dia.

Menurut dia, saat musim hujan, banyak tanaman cabai terserang hama dan jamur sehingga produksi menurun. Padahal permintaan di pasaran masih stabil. "Jadi harga cenderung naik," kata dia. Namun ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Bantul masih aman.

Salah satu penjual sayuran di Pasar Bantul, Ipah mengatakan harga jual cabai sudah naik sejak awal 2020. Kenaikan harga itu, kata dia, terjadi secara berangsur mulai dari Rp35.000 per kilogram sampai saat ini ia menjual Rp60.000 per kilogram. "Dari pengepuln sudah Rp55.000-57.000 per kilogram. Saya jual Rp60.000 per kilogram, " kata dia.

Ipah pun tak tahu penyebab kenaikan tersebut. Namun meski harga mahal cabe tetap diburu konsumen.

Terbukti, dalam sehari ia mampu menjual sampai 10 kilogram per hari dari harga murah sampai harga naik seperti saat ini.