Jiffina 2020, Sultan Pengin Mebel yang Dipamerkan Ramah Lingkungan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwon X (ketiga dari kiri) bersama sejumlah pejabat lain membunyikan kentungan dalam Launching Pameran Jiffina 2020 di Royal Ambarrukmo Hotel, Rabu (15/1/2020) malam. - Harian Jogja/Sunartono.
16 Januari 2020 21:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2020 diharapkan memamerkan produk yang lebih ramah lingkungan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap Jiffina tahun ini bisa jadi pendongkrak ekonomi di DIY dan Jawa Tengah sekaligus mendongrak lesunya pasar furnitur dunia serta berdampak pada pertumbuhan UKM furnitur di Jawa dan Bali.

Selain itu, Jiffina 2020 diharapkan juga berdampak pada sektor industri lainnya, baik di hulu dan hilir serta jasa lain. Bagi DIY selain sebagai home base pameran juga sangat strategis.

“Melalui tema diversifikasi yang unik dari produk furnitur sebagai gaya hidup setidaknya perlu menerapkan enam karakteristik produk mebel dan kayu lainnya yang ramah lingkungan, yaitu kayu bersertifikat; mudah dibongkar dan didaur ulang; bahan lama dan mudah diperbaiki; berbahan tambahan logam dan plastik daur ulang; berbahan kayu reklamasi; dan menggunakan bahan bambu sebagai aksesori,” ucap dia Launching Pameran Jiffina 2020 di Royal Ambarrukmo Hotel, Rabu (15/1/2020) malam.

Sultan berharap beragam kriteria ramah lingkungan itu diterapkan pada produk yang dipamerkan di Jiffina. Karena jika tidak, maka Indonesia akan lebih jauh ketinggalan dari produk serupa dari Vietnam yang menjadi pesaing utama produk dalam negeri. Para pelaku harus saling bersinergi untuk lebih mengantisipasi perubahan dan jangan mengandalkan kerja individual. Di sisi lain HB X meminta kepada pelaku bisnis mebel jangan hanya menyandarkan pada harga murah, karena akan cepat tersingkir jika dibandingkan produk dari luar negeri yang masuk dengan kualitas lebih.

Tema Khusus

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai kelebihan Jiffina 2020 ada tema khusus tentang lifestyle sehingga sudah memikirkan bagaimana cara mengolah bahan baku secara lebih efisien. Bukan hanya untuk peningkatan produktivitas namun juga untuk memenuhi kebutuhan yang sedang banyak diminati konsumen. “Permintaan pasar saat ini sudah lebih meningkat lagi, pasar meminta penggunaan bahan baku agar lebih efisien, bagaimana caranya membuat produksi furnitur menggunakan kayu ini lebih efisien lagi,” katanya.

Langkah efisien bahan itu, kata dia, bisa dilakukan dengan memadukan antara kayu dengan beberapa bahan seperti plastik, tembaga atau logam. Menurutnya permintaan pasar untuk perpaduan bahan tersebut memang belum terlalu banyak meski upaya perpaduan bahan itu telah dimulai beberapa tahun lalu.

Ketua Komite Jiffina 2020 Endro Wardoyo mengatakan Jiffina 2020 bakal digelar selama tiga hari di Jogja Expo Centre (JEC), mulai 14-17 Maret 2020. “Pameran ini diikuti sedikitnya 300 perusahaan mebel dan kerajinan dari Jawa dan Bali. Kami menargetkan transaksi bisa tembus US$ 80 juta,” ucap dia.