Ndarboy Genk Bakal Tampil di GSI Youth Fest Solo 8 November
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berupaya mengubur bangkai sapi milik Sunaryo yang mati mendadak di Dusun Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Selasa (27/8/2019)./Istimewa/Dokumen DPP Gunungkidul
Harianjogja.com, SLEMAN--Wabah antraks yang kini muncul di Gunungkidul perlu diwaspadai masyarakat sebab bisa berakibat fatal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks atau penyakit sapi gila di Kabupaten Gunungkidul pasca-meninggalnya sejumlah ternak dan 27 warga dinyatakan positif antraks beberapa pekan terakhir. Karenanya, penanganan kasus yang terus berulang tersebut harus ditangani secara komprehensif.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus di kampus setempat, Sabtu (18/1/2020), mengungkapkan, penanganan kasus antraks di Gunungkidul harus dilakukan secara komprehensif. Sebab, antraks bisa menyebar luas bila tidak ditangani bersama-sama.
“Perlu ada strategi pemberantasan dan pengendalian penyakit antraks khususnya zoonotik lainnya secara komprehensif dan berkesinambungan di seluruh DIY,” ungkapnya.
Selain pemusnahan ternak yang positif antraks, pengawasan lalu lintas ternak, pakan, dan pupuk kandang harus diperketat, terutama ternak dan pakan yang berasal dari daerah kasus dan berisiko antraks.
Penjualan hewan sakit pun harus segera dihentikan, termasuk menyembelih hewan sakit atau mati mendadak.
“Penularan penyakit antraks bisa terjadi karena kontak langsung dengan hewan yang sakit atau daging hewan yang terkontaminasi. Selain itu juga dari mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi spora antraks,” jelasnya.
Pembatasan mobilisasi orang dan ternak di Gunungkidul pun diharapkan bisa mengurangi risiko penularan. Yang tak kalah penting, ada langkah-langkah strategis lainnya terkait biosecurity.
“Yang paling sederhana, bagaimana orang yang keluar dan masuk kandang itu diberi disinfektan,” jelasnya.
Sementara, pengajar Fakultas Peternakan UGM, Riris Andono Ahmad, mengungkapkan, penularan penyakit antraks terhadap manusia sendiri dapat termanifestasi ke dalam tiga macam, yakni antraks kulit akibat kontak langsung dengan binatang yang sakit atau mati, antraks pencernaan jika mengonsumsi daging yang terkontaminasi antraks, atau antraks pernapasan melalui spora antraks yang terhirup.
“Yang paling banyak antraks kulit, yang memiliki gejala demam, bengkak, serta luka yang memunculkan kopeng menghitam tebal. Antraks jenis ini relatif tidak fatal, lebih berbahaya antraks pernapasan dan pencernaan,” paparnya.
Karenanya, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tentang antraks. Apabila seekor ternak telah menunjukkan gejala antraks, seperti demam tinggi, gelisah, tidak mau makan, mati dengan keluarnya darah hitam dari lubang tubuh, atau mati secara mendadak, maka pemilik ternak perlu menghubungi puskeswan atau petugas kesehatan hewan terdekat.
“Jangan justru menyembelih hewan tersebut untuk dijual atau dikonsumsi,” ujar Riris.
Sebab, yang sering terjadi di DIY, sebagian besar kasus dipicu kebiasaan di mana ketika seekor ternak sakit atau mati, masyarakat merasa tidak rela untuk memusnahkannya begitu saja. Daripada mati sia-sia, maka sapi yang sakit itu justru disembelih untuk dijual dengan harga murah atau diberikan kepada masyarakat sekitar.
“Justru hal ini akan meningkatkan risiko penyakit karena dengan menyembelih hewan. Itu akan menyebarkan spora ke lingkungan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
Ookla mencatat kecepatan unduh internet seluler Indonesia mencapai 52,01 Mbps pada kuartal III/2026, naik 43,4% secara tahunan.
Totok Daryanto mengukuhkan hampir 1.000 relawan di Kulonprogo untuk menyerap aspirasi warga dan mengawal persoalan masyarakat hingga DPR RI.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.