Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta jajarannya segera menyelesaikan kajian tentang pemberian kompensasi bagi ternak warga yang mati karena penyakit. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk pencegahan penyebaran antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Handayani.
“Sudah mulai didata terkait dengan ternak yang mati karena penyakit. Data ini bisa menjadi salah satu acuan untuk mengalokasikan anggaran untuk diberikan ke para pemilik,” kata Mbak Endah, Jumat (18/4/2025).
Dia menjelaskan, untuk kematian ternak, PMK menjadi penyumbang terbanyak karena hingga sekarang sudah ada 120 ekor yang mati. Adapun kematian yang diakibatkan antraks yang tercatat di kisaran 20 ekor ternak.
“Makanya pencegahan harus jadi prioritas. Salah satunya merampungkan regulasi untuk memberikan kompensasi terhadap ternak warga yang mati karena penyakit,” katanya.
Diharapkan dengan adanya kompensasi, maka tidak ada lagi praktik brandu maupun penyembelihan bangkai hewan. Pasalnya, kegiatan yang awalnya ingin meringankan beban pemilik ternak, namun malah berpotensi menjadi penyebab terjadinya penyebaran penyakit.
“Warga harus diberikan edukasi. Harapannya dengan adanya kompensasi, maka praktik brandu atau penyembelihan bangkai ternak bisa dicegah,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta menambahkan, regulasi tentang pemberian kompensasi bagi pemilik ternak yang mati masih dikaji. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memberikan gambaran berkaitan dengan besaran uang yang akan diberikan ke peternak.
“Ini masih dikaji dan kami berkomitmen untuk merampungkannya menjadi sebuah aturan sebagai payung hukum didalam pelaksanannya,” kata Sri Suhartanta.
Menurut dia, upaya pencegahan penyebaran penyakit antraks terus dilakukan. Selain memberikan edukasi ke Masyarakat, juga sudah direncanakan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan ternak di lokasi temuan kasus.
“Kami terus berupaya agar kasus bisa terkendali,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, kasus antraks ditemukan di Kapanewon Rongkop dan Girisubo tidak hanya menular antar hewan karena juga terjadi penularan ke manusia. Hingga sekarang ada tiga warga yang dinyatakan positif antraks dan dua orang suspek.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengawasan kesehatan kepada 25 warga karena kontak dengan hewan positif antraks. Kontak terjadi karena ada warga yang ikut menyembelih hingga membantu pengangkutan bangkai ternak.
“Kalau dilihat dari inkubasi virus, pengawasan dan pemantauan akan berlangsung hingga Mei mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.