PB Wushu Bakal Dongkrak Prestasi Atlet

Kiri ke kanan, Wakil Bendahara Umum Bina PB Wushu Indonesia Gunawan Tjokro; Sekretaris Jenderal PB Wushu Indonesia Ngatino; Ketua I PB Wushu Indonesia yang membawahi Bidang Prestasi Andi S. dan Wasekjen PB Wushu Iwan Kwok berfoto bersama di sela-sela Rapat Penyusunan Program Binpres PB Wushu Indonesia di Crystal Lotus Hotel Yogya. Rapat berlangsung 19-21 Januari 2020, Selasa (21/1)./ Ist. - Bina Prestasi PB Wushu Indonesia
23 Januari 2020 06:22 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang 2019, prestasi atlet wushu Indonesia mencapai 90% dari target. Guna mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi atlet, Bidang Binpres (Bina Prestasi) Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia akan menyiapkan kompetisi nasional ataupun mengirimkan atlet di ajang internasional.

"Program 2020 sedang kami siapkan, kami menentukan agenda apa saja yang akan dilaksanakan dan diikuti dengan mempersiapkan atlet," tutur Sekretaris Jenderal Bina Prestasi PB Wushu Indonesia Ngatino, di sela-sela Rapat Penyusunan Program Binpres PB Wushu Indonesia di Crystal Lotus Hotel Jogja, Selasa (21/1). Rapat berlangsung 19-21 Januari 2020.

Didampingi Ketua I PB Wushu Indonesia yang membawahi Bidang Prestasi Andi S.;  Wasekjen PB Wushu Indonesia Iwan Kwok  dan Wakil Bendahara Umum PB Wushu Indonesia Gunawan Tjokro; Ngatino menyebutkan hasil rapat Binpres nanti akan disampaikan dalam Rakernas PB Wushu Indonesia pada Februari 2020. "Nanti akan disatukan dengan bidang lainnya dan akan ada kalender event PB Wushu Indonesia yang menjadi acuan Pengda untuk program Pengda atau seleksi atlet dalam mengikuti even nasional," jelasnya.

Andi menyampaikan pada 2019 atlet Wushu Indonesia mampu berprestasi dengan baik di ajang internasional, baik kejuaraan wushu dunia maupun SEA Games. "Pada 2020 ini banyak hal baru dan akan dijalankan untuk mendongkrak prestasi atlet wushu Indonesia," ujarnya

Misalnya, Penataran Wasit Internasional 2-7 April di Bali; Kejuaraan Asia Oktober 2020 di India hingga Kejuaraan Dunia Junior pada Desember 2020 di Maroko. "Sebelumnya Juni 2020 ada Kejurnas Junior untuk menentukan atlet yang bertanding di Maroko, juga seleksi atlet, diluar atlet PON " terang Andi.

Kemudian ada banyak kejuaraan mahasiswa di antaranya FISU Juli 2020; Taolu Word Cup dan lainnya. "Yang utama jelang 2022 Indonesia ditunjuk resmi melalui Konggres International Wushu Federation (IWUF) menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2022," jelas Ngatino. 

Kejuaraan Dunia

Pada 2022, diharapkan atlet Indonesia dapat mengulang kesuksesan seperti saat Kejuaran Dunia Junior di Bali 2008 yang menelurkan atlet kaliber dunia, seperti Lindswell Kwok,  Ivana dan lainnya. "Mencetak atlet berprestasi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit dan selama ini PB Wushu Indonesia mampu membuktikan dengan prestasi, jadi setiap even juga sudah disiapkan dananya, " kata Gunawan. Wasekjen PB Wushu Iwan Kwok menambahkan saat ini atlet senior wushu ada beberapa lapis. Begitu juga atlet junior dibuat berlapis sehingga potensi atlet terus terjaga dan meningkat. "Untuk setiap event banyak atlet yang potensial dan mereka bersaing secara sehat dan sportif untuk meraih prestasi," ujarnya

Lebih lanjut Andi S menyebutkan di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, wushu berkembang menjadi 28 Pengda dan di setiap daerah ada atlet potensial. Jogja termasuk lima besar nasional bersama DKI Jakarta; Medan; Surabaya dan Jawa Tengah. "Namun saat ini atlet daerah dari Jawa Barat, Riau Jambi juga mulai menunjukkan potensinya," jelas Andi.

Selaku Ketua Panitia Penataran Wasit Internasional, Andi S menyebutkan pelatihan atau penataran wasit dan pelatih setiap dua tahun bergantian. "Wasit dan pelatih juga penentu prestasi atlet," ujarnya.