Pria Mabuk Cari Istrinya di Giwangan, Ditangkap Polisi karena Ancam Warga Pakai Pedang

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, menunjukkan barang bukti yang disita, Rabu (22/1/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
23 Januari 2020 00:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Polres Umbulharjo meringkus seorang pemabuk yang membuat onar di Kampung Ponggalan, Kelurahan Giwangan, Senin (20/1/2020) malam. Pelaku yang sempat dihajar warga ini didapati membawa senjata tajam.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetto, menjelaskan kejadian bermula ketika pelaku, Dito Dwi Setyawan, 31, mendapat kabar istrinya yang pergi dari rumah berada di Ponggalan. "Dalam kondisi mabuk, dia bersama dua temannya menuju Ponggalan pukul 23.30 WIB," ujarnya, Rabu (22/1).

Sesampainya di Ponggalan diduga karena mabuk parah, kedua temannya pun meninggalkannya. Dito terus mengendarai motornya dengan keadaan sempoyongan. Warga yang sedang ronda pun menghentikannya dengan baik-baik dan menanyai identitasnya.

Namun Dito malah terbawa emosi dan berteriak mengancam warga akan membacok mereka. Mendengar ancaman ini, warga pun langsung mengamankannya beserta tas bawaannya, yang di situ ditemukan sebilah pedang, tongkat besi dan keling besi.

Saat diamankan, Dito memberontak sehingga warga pun menghajarnya. Tak lama, Polisi datang ke lokasi dan langsung membawa Dito ke Mapolsek Umbulharjo. Untuk mengobati lukanya, Dito dibawa ke RS Hidayatulloh.

Ketiga senjata Dito beserta sepeda motornya diamankan sebagai barang bukti. Kedua temannya akan dipanggil sebagai saksi untuk pemeriksaan kepemilikan senjata itu. Atas perbuatannya, Dito diancam UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara.