PILKADA BANTUL: Rekomendari PDIP Pusat Belum Turun, DPC Menduga Ini Penyebabnya

Bambang Wisnu Handoyo ketika ditemui awak media usai jumpat pers serta verifikasi calon di kantor DPC PDIP Bantul, Senin (16/9/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
23 Januari 2020 05:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo menyatakan belum ada rekomendasi dari DPP PDIP soal pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul yang akan diusung dalam Pilkada 2020.

Saat ini pihaknya juga masih menanti rekomendasi tersebut. "Kemungkinan akhir Februari tapi tidak tahu kepastiannya," kata Joko melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2020) malam.

Joko menduga pengurus DPP PDIP belum mengeluarkan rekomendasi karena masih membutuhkan kajian mendalam terkait rekam jejak dan elektabilitas tiap bakal calon yang diusulkan termasuk analisis kondisi politik di Bantul. DPP, kata dia, memiliki pertimbangan tersendiri dalam memutuskan dukungan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk mencapai kemenangan dalam pilkada 2020 ini.

Pihaknya selaku DPC Bantul hanya mengusulkan lima nama bakal calon, yakni Joko Purnomo sendiri selaku ketua DPC, Bambang Wisnu Handoyo selaku kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) DIY, Abdul Halim Muslih selaku wakil bupati dan ketua DPC PKB Bantul, anggota Polri aktif Kusilah, serta politikus PDIP Agus Santoso.

Disinggung soal rekomendasi DPP untuk bakal calon wakil bupati Kulonprogo, Joko mengaku tidak mengetahuinya. "Setahu saya belum. Tapi saya tidak tahu kepastiannya. Yang jelas untuk Bantul belum," tegas dia.

"Jadi sikap kami, siapa pun nanti yang direkomendasi oleh DPP, kami akan laksanakan dengan semangat ideologi yang tinggi," tegas Joko.