Perayaan Imlek, Vihara Jina Dharma Sradha Siraman Gelar Sembahyangan

Persiapan menyambut Imlek yang dilakukan di Vihara Vihara Jina Dharma Sradha di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Kamis (23/1/2020).Harian Jogja - Muhammad Nadhir Attamimi
23 Januari 2020 15:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jelang perayaan Tahun Baru China 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020, Vihara Jina Dharma Sradha di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, terus bebenah dengan membersihkan vihara serta memasang pernak-pernik Imlek.

Dari pantauan Harian Jogja, pada Kamis (23/1/2020) pagi pengurus vihara dibantu warga sekitar mulai membersihkan halaman vihara, tempat peribadatan, memasang pernak-pernik lampion hingga bunga untuk menyambut umat.

Pembina Vihara Jina Dharma Sradha, Bikhu Sasana Bodi Mahatera, mengungkapkan vihara tersebut merupakan salah satu tempat peribadatan yang cukup aktif bagi umat Tionghoa di Gunungkidul. Ia menyebut perayaan Imlek di Siraman ini tak semeriah tempat peribadatan lainnya, sehingga persiapan tidak begitu mencolok. "Di sini warga Tionghoa ada sekitar 15 kepala keluarga bersama anak dan cucu yang biasa beribadah, jadi kegiatannya hanya sembahyang biasa," kata Bikhu Sasana saat ditemui Kamis.

Bikhu Sasana menuturkan kegiatan peribadatan dimulai Jumat (24/1) siang dengan pembacaan hingga pelafalan kitab suci Sutra. Menjelang malam dilakukan penyalaan pelita di vihara hingga perayaan puncak pergantian tahun yang akan diselengarakan di Kota Jogja. "Di sini enggak ada acara puncak, Jumat sore hanya penyalaan pelita dan sembahyang," ujarnya.

Perayaan Imlek di tahun Tikus Emas, menurut Bikhu Sasana merupakan hal yang cukup baik, di mana masyarakat meyakininya jika simbol tersebut merupakan karakter yang mudah untuk mencari penghidupan di muka Bumi. "Artinya karakter itu bisa memudahkan manusia untuk mencari penghidupan sehingga lebih terjamin. Apalagi emas adalah sesuatu yang sangat baik," kata dia.

Dalam perayaan Imlek tahun ini Bikhu Sasana berharap agar umat Tionghoa bisa lebih giat menghayati peribadatan dan mempraktikkan ajaran-ajaran kebenaran kepada sesama manusia. "Sebisa mungkin apa yang ada mulai dari waktu, kemampuan hingga potensi yang ada untuk dibaktikan kepada bangsa dan negara, apapun profesi yang dimiliki terpenting bisa mempersembahkan yang terbaik untuk dunia ini," kata dia.

Kepala Vihara Jina Dharma Sradha, Bikhu Badra Paloh, menuturkan di Gunungkidul umat Tionghoa tidak banyak, sehingga perayaan Imlek tak seramai di wilayah lainnya. Meski demikian, Vihara Jina Dharma Sradha tetap ikut bersuka-cita dengan tahun baru tersebut. "Kami juga turut bersuka cita dengan perayaan pergantian tahun ini, dengan semua umat bisa terberkahi kesehatan, kesejahteraan dan bermanfaat bagi bersama," kata dia.