Kandang Ayam Ambruk, Satu Penjaga Meninggal Dunia

Sejumlah warga melihat lokasi kejadian kandang ambruk yang memakan korban jiwa di Dusun Dengok IV, Dengok, Playen. Kamis (23/1/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
23 Januari 2020 12:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PLAYEN – Seorang penjaga kandang, Sugiran,42, warga Dusun Ngunung, Mulo, Wonosari meninggal dunia karena tertimpa kandang ayam yang ambruk di Dusun Dengok IV, Dengok, Playen, Kamis (23/1/2020) pagi. Diduga kandang ambruk karena kayu tiang penyangga lapuk.

Petugas Penyuluh Lapangan PT Tulus Kencana Sumber Sejahtera, Arif Hudarmanto mengatakan, tidak ada yang tahu persis peristiwa ambruknya kandang/ Kejadian tersebut baru diketahui sekitar pukul 08.00 WIB.

“Memang sekitar pukul 04.00 WIB, warga sekitar ada yang mendengar suara gemuruh, tapi tidak menyangka kalau ada kandang yang ambruk. Peristiwa baru diketahui beberapa jam kemudian saat ada yang meminta tolong dan saat dilihat kandang sudah rata dengan tanah,” kata Arif kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis siang.

Menurut dia, saat kejadian di dalam kandang ada pasangan suami istri Sugiran dan Tarmiyati. Kedua korban sudah dievakuasi, namun nyawa Sugiran tidak bisa diselamatkan. Sementara Tarmiyati mengalami luka di bagian tulang belakang sehingga dirujuk ke rumah sakit.

“Sekarang kami sedang mengupayakan proses evakuasi kandang yang ambruk,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penyebab kandang ambruk, Arif mengakui ada beberapa faktor. Salah satunya curah hujan tinggi yang turun pada malam hari. Kondisi itu semakin diperparah dengan kayu sudah mengalami pelapukan. “Jadi semua saling berkaitan sehingga peristiwa itu terjadi,” katanya.

Menurut dia, posisi kandang yang lapuk sudah diketahui sehingga ayam yang dipelihara tidak dimaksimalkan. Seharusnya kandang bisa diisi 7.000 ekor ayam, tapi melihat kondisi kandang hanya disi sebanyak 5.500 ekor. “Kalau dilihat dari usia, ayam-ayam baru dipelihara 16 hari,” imbuhnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, pihaknya sudah melihat lokasi kandang yang ambruk di Desa Dengok. Untuk korban meninggal sudah dievakuasi dan untuk korban luka sudah dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan. “Sekarang tinggal proses evakuasi dari kandang yang ambruk,” katanya.