Dukung Proyek Tol Jogja, Warga Klaim Tak Ada Gejolak

27 Januari 2020 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kelanjutan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol dilanjutkan ke Kecamatan Mlati. Pada Selasa (28/1/2020) ratusan warga Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati akan mengikuti sosialisasi pembangunan jalan tol Jogja-Solo.

Kelanjutan sosialisasi pembangunan jalan tol di Kecamatan Mlati ini menyusul belum selesainya desain ulang pembangunan tol di atas Ring Road. Terutama desain tol di area persimpangan Monjali yang awalnya akan dibangun elevated (melayang) kemudian diubah menjadi at grade (di atas tanah).

Kepala Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Sleman, Sabari mengatakan setelah melakukan pertemuan dengan Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo pada Jumat lalu dipastikan rencana sosialisasi jalan tol dilakukan mulai hari ini.

"Sudah kami pastikan, sosialisasi tol untuk Tirtoadi akan dilaksanakan mulai hari ini," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (27/1/2020).

Sesuai rencana, kata dia, sosialisasi akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Dimulai pada Selasa (28/1/2020), Rabu (29/1/2020) hingga Kamis (30/1/2020) mendatang. Undangan bagi warga terdampak pembangunan jalan bebas hambatan tersebut telah disampaikan. "Sosialisasi dilakukan secara bertahap karena jumlah warga yang diundang cukup banyak," katanya.

Berdasarkan data Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Solo, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, kebutuhan lahan jalan tol di Desa Tirtoadi sebanyak 561 bidang dengan luas sekitar 33 hektare. Pembangunan jalan tol di desa tersebut berdampak pada sejumlah lahan pertanian dan permukiman warga, termasuk rumah milik Sabari.

"Ini dikarenakan di Tirtoadi akan dibangun simpang susun atau junction. Makanya tanah terdampak di Tirtoadi cukup besar," kata Sabari.

Hingga kini, kata Sabari, tidak ada gejolak di tengah-tengah warga terdampak jalan tol. Sebaliknya, kata Sabari, Warga justru mendukung rencana pembangunan jalan tol tersebut. "Sampai hari ini warga juga anteng-anteng saja. Tidak ada masalah. Insyaallah mendukung (pembangunan jalan tol)," katanya.

Sebelum Tirtoadi, sosialisasi jalan tol sejatinya dilakukan di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati pada Kamis (23/1/2020) ini. Hanya saja, karena mapetnya waktu penyebaran undangan bagi warga terdampak, Kepala Desa Tlogoadi Sutarjo, meminta agar waktu sosialisasi diundur.

Di Tlogoadi, berdasarkan data Dispertaru DIY jumlah bidang terdampak pembangunan jalan tol sebanyak 181 bidang. Adapun luas kebutuhan pembanguna jalan tol di desa ini sekitar 12,7 hektare. "Jadi sosialisasi di Tlogoadi kami lakukan sesudah sosialisasi di Tirtoadi. Untuk Tlogoadi, Saya minta diundur Februari awal," ujar Sutarjo.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno membenarkan kelanjutan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol tersebut. Hanya saja, dia enggan memaparkan lebih jauh mengenai progres redesain pembangunan jalan tol di atas Ring Road khususnya di sekitar Monjali. "Redesain belum selesai. Kami akan menyampaikan saat sosialisasi di Ngaglik nanti," katanya.