Underpass YIA Dijanjikan Tak Akan Jadi Kolam Renang seperti Underpass Kulur

Kondisi lalu lintas di underpass YIA pada hari keempat uji coba, Senin (27/1/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
28 Januari 2020 17:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Tergenangnya underpass Kulur di Dusun Polodadi, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon hingga kini membuat pelaksana proyek underpass Yogyakarta International Airport mengantisipasi hal serupa. Empat pompa penyedot air dengan kapasitas memadai telah disiapkan.

Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY Kementerian PUPR, M. Syidik Hidayat mengklaim genangan air di dalam underpass sepanjang 1,305 kilometer ini sudah diantisipasi.

"Kami sediakan empat pompa di ujung-ujung underpass yang kualitasnya mencukupi. Dari data hujan, luasan, kondisi tanah, struktur, dan debit air itu sudah kami perhitungkan," kata Syidik, Selasa (28/1/2020). Untuk antisipasi itu, ia menyiapkan empat unit pompa berkapasitas 10 meter kubik permenit.

Syidik melihat underpass Kulur lokasinya dekat dengan mata air dan dikelilingi sawah maka jenis tanahnya merupakan tanah lempung, sementara underpass YIA yang terletak di pesisir, tepatnya melintas dari Kalurahan Glagah hingga Palihan di Kapanewon Temon, tanahnya berjenis pasir. Kondisi itu sudah cukup berbeda sebab di tanah berpasir akan sulit ditemukan sumber mata air.

"Kalau tanah pasir agak susah kalau ada mata air, karena pasir kan pori-nya besar," jelas Syidik.

Ia juga mengklaim dinding underpass tak akan mengalami rembesan air karena temboknya berstruktur beton dan baja tulangan dengan ketebalan 65 cm. Syidik berupaya keras untuk membuat dinding underpass kedap air dan sudah diuji permeability atau kemungkinan adanya rembesan.

"Dari kami tetap monitor apakah ada kebocoran atau tidak, kami siap bertindak. Kalau ada kendala, berarti ya di luar perhitungan kami," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo menuturkan pihaknya sudah optimis dengan fisik underpass YIA yang saat ini sedang dalam tahap ujicoba ini.

"Yang ditakutkan bukan fisiknya, tapi dampak sosialnya terutama masyarakat sekitarnya. Apalagi ada gereja [GKJ Palihan] di selatan jalan tapi jemaatnya di utara," kata Nurcahyo.

Terkait hal ini pihaknya berharap segera ada koordinasi terkait manajemen lalu lintas sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Ia juga berharap kriminalitas di underpass YIA dapat ditekan.

"Makanya minta CCTV di dalam minta ditambah jadi tujuh," katanya. Saat ini CCTV direncanakan sejumlah empat unit namun baru terpasang dua unit.

Sebelumnya underpass Kulur di Kulonprogo menuai sorotan lantaran tergenang saat banjir seperti kolam renang.