Serapan KUR untuk Petani Diharapkan Meningkat

Dua orang petani di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menanam padi, belum lama ini. Banyaknya sumber air membuat petani di wilayah Ponjong bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. - Harian Jogja/David Kurniawan
30 Januari 2020 22:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menggelar sosialisasi pelayanan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani anggota kelompok tani (poktan) se-Gunungkidul di Aula DPP, Kamis (30/1/2020).

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, menuturkan Kementerian Pertanian ingin mewujudkan agar petani di seluruh pelosok negeri bisa maju, mandiri dan modern.

"Maju, mandiri dan modern itu berarti pertanian tumbuh tujuh persen, petani mempunyai kemampuan menyelenggarakan usahanya tanpa tergantung pemerintah, pemerintah hanya sebagai pendorong dan supervisor," kata Bambang, Kamis.

Melalui skema pembayaran bunga rendah yang disubsidi pemerintah, KUR diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para petani dengan baik. "Target di 2020 KUR di seluruh Indonesia bisa terserap Rp50 triliun," ujarnya.

Dengan adanya KUR diharapkan usaha para petani semakin maju karena modal sudah tersedia. "Kami berharap petani di Gunungkidul mau memperbesar usaha pertanian dengan bantuan permodalan KUR," ujarnya.