Pemda Siap Bantu Cari Lahan Bedol Desa Warga yang Tergusur Tol Jogja-Solo

Ilustrasi - JIBI/Solopos/Nicolous Irawan
31 Januari 2020 20:17 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY siap membantu relokasi warga yang tergusur proyek Tol Jogja-Solo. Pemda bersedia mencarikan lahan untuk bedol desa yang kemudian dibayar masing-masing warga menggunakan dana ganti rugi.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan hingga akhir Februari 2020 sosialisasi pembangunan tol masih berjalan. Proyek ini belum masuk rencana relokasi, sehingga Pemda DIY belum memiliki kepastian konsep relokasi. Namun jika ada kelompok warga yang ingin direlokasi agar bisa kembali menetap berdampingan, Pemda DIY akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk memfasilitasinya.

“Kalau kemudian ada [permintaan relokasi] yang seperti itu ya kami minta kabupaten bisa memfasilitasi. Siapa tahu ada informasi [lokasi] tanah yang bisa dipergunakan untuk relokasi. Caranya habis mendapatkan ganti rugi, beli di satu lokasi bersamaan,” ujarnya, Jumat (31/1/2020).

Lahan relokasi harus didapatkan melalui proses jual beli oleh warga terdampak. Tanah kas desa yang bisa dipakai untuk relokasi juga harus dibeli karena pemerintah desa harus mencarikan lahan baru sebagai pengganti aset yang digunakan warga.

“Misalnya ini tanah kas desa, kalau mau dipakai untuk desa baru atau dusun baru, silakan. Tetapi caranya ya membeli, membeli dari hasil penjualan [ganti rugi],” katanya.

Aji menegaskan konsep relokasi warga yang tergusur Tol Jogja-Solo ini sangat berbeda dengan sejumlah relokasi warga yang tergusur bandara baru di Kulonprogo.

“Kalau yang ini [relokasi warga tergusur tol] harapannya ada pembebasan, ada kesepakatan membentuk satu RT yang sama, coba cari informasi tanah luas, bisa dibebaskan biar difasilitasi kabupaten,” ucapnya.

Menurut dia, tidak ada kendala signifikan dalam sosialisasi. Ia mengklaim banyak warga meyambut positif kehadiran tol. Beberapa warga di dekat lokasi calon tol juga meminta secara sadar agar lahannya dibebaskan.

“Yang paling banyak justru menyampaikan ini tanah saya juga ikut terdampak, kenapa tidak ikut dibebaskan. Mereka minta tanahnya minta dibeli semua,” katanya.

Setelah sosialisasi Tol Jogja-Solo kelar, tim akan melanjutkan sosialisasi Tol Jogja-Bawen yangt kemungkinan digelar tanpa harus menunggu izin penetapan lokasi (IPL) Tol Jogja-Solo diterbitkan Pemda DIY.

“Trase sudah disepakati bersama baik oleh Kementerian PUPR dan Pemda DIY. Sebelum menentukan jalur jalan tol kan sudah dilakukan survei,” ucapnya.