Overload, Pemprov DIV Berencana Bikin Terasering di TPST Piyungan

01 Februari 2020 09:07 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Piyungan, Bantul sudah overload. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY berencana membuat ruang baru dengan membikin terasering di TPST Piyungan.

"Sebenarnya sudah dari tahun 2014 TPST Piyungan itu overload," ucap Kepala DLHK DIY Sutarto saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (31/1/2020).

Sampah yang masuk ke TPST Piyungan berasal dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Jogja. Padahal seharusnya TPST itu hanya untuk menampung sampah dari Kota Jogja. Setiap harinya TPST Piyungan menampung sekitar 600 ton sampah. Jumlah itu makin meningkat saat musim liburan tiba.

"Saat musim liburan itu volume sampah naik sekitar 12 persen. Jadi sekitar 700 ton per harinya [sampah yang masuk ke TPST Piyungan]," bebernya.

"Untuk sampah organik 37 persen dan sampah plastik 22 persen. Nah, sampah plastik itu yang jadi salah satu keprihatinan kita saat ini," imbuh Sutarto.

Sutarto menuturkan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Diharapkan sampah bisa berkurang dan berdampak positif bagi perekonomian warga.

"Untuk sosialisasi sudah sering kami lakukan, upaya seperti surat edaran gubernur [DIY] untuk mengurangi (penggunaan) plastik juga sudah. Tapi ya semua tetap perlu ada kesadaran juga dari masyarakat kan, karena itu mungkin perlu waktu juga," kata Sutarto.

Untuk rencana pembuatan terasering ini, DLHK DIY juga berkoordinasi dengan Dinas PUP-ESDM DIY. Ini dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah di TPST tersebut.

"Ada rencana untuk membuat terasering di sana [TPST Piyungan] agar menempatkan sampah dibuat sedemikian rupa. Rencananya tahun ini tapi yang finalnya ada di PU," ujarnya.

"Intinya akan dibuat seperti di Jabar, dibuat terasering agar ada ruang-ruang untuk membuang sampah," terang Sutarto.

Sementara itu, pantauan detikcom di lokasi, terlihat ada sekitar enam truk sampah yang silih berganti membuang sampahnya ke TPST Piyungan. Sampah-sampah itu lalu diratakan dengan buldozer. Alat berat itu mendorong tumpukan sampah dari satu unit truk ke dalam dermaga.

Selain itu sejumlah pemulung juga terlihat mengais sampah di TPST Piyungan. Mereka membawa keranjang yang menggantung di punggung untuk menyimpan sampah-sampah yang mereka pilah.

Sumber : Detik.com