Rutan Pajangan Siap Naik Kelas jadi Lapas

Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan gerbang masuk Rutan Pajangan, Bantul, Jumat (31/1/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
01 Februari 2020 09:37 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul atau yang biasa dikenal dengan Rutan Pajangan diusulkan naik kelas jadi lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kepala Rutan Kelas II B Doni Handriansyah mengatakan usulan itu kini tengah diajukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY kepada Kemenkumham.

Dia menjelaskan ada beberapa rekomendasi yang harus didapat dari stakeholder dan Aparatur Penegak Hukum (APH) untuk memenuhi syarat peningkatan kelas dari rutan ke lapas. "Ada dari kejaksaan, kepolisian, pengadilan, dan pemerintah daerah. Beberapa sudah dapat," katanya saat ditemui di sela-sela pertemuan dengan Bupati Bantul di Kantor Bupati Bantul, Kamis (30/1/2020).

Sekadar diketahui, rutan berfungsi sebagai tempat penahanan tersangka atau terdakwa selama proses penyidikan. Selanjutnya, apabila vonis telah dijatuhkan oleh pengadilan, statusnya berubah jadi narapidana dan menjalani masa hukumannya di lapas.

Rutan hanya menjalankan fungsi layanan tahanan, seperti pelatihan keterampilan dan layanan bantuan hukum. Sementara pembinaan pada lapas lebih terfokus, mulai dari pembinaan kemandirian hingga pembinaan kepribadian. "Secara yurisdiksi, seharusnya pembinaan jadi tanggungjawab penahanan. Kalo rutan hanya jadi tempat menitipkan narapidana. Tapi karena pembinaan itu wajib untuk narapidana, rutan pun juga melakukan pembinaan," ujar Doni.