13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Suasana warung kuliner Codot di Jalan Bantul km 5,5-Harian Jogja/Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL- Tuduhan codot atau kelelawar sebagai penyebab menyebarnya virus corona tidak berlaku di Bantul. Buktinya, warung kuliner codot masih sering dikunjungi. Ada perbedaan cara pengolahan yang diklaim membuat codot Bantul masih aman dikonsumsi.
Warung kuliner codot yang terletak di Jalan Bantul km 5,5 Glondong, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul adalah salah satunya.
Virus corona nyatanya tidak membuat penjualan warung tersebut surut. Kata Romi, salah satu pemilik warung, hingga hari ini warungnya masih ramai dikunjungi. "Gak ngaruh, biasa saja," ujarnya pada Rabu, (29/1/2020) lalu.
Menurut Romi, codot yang ia jual jauh berbeda dengan codot yang ada China. Codot yang ia jual diambil langsung dari Gunungkidul. Mula-mula, codot dikuliti terlebih dahulu, lantas dicuci hingga bersih. Tak lupa Romi juga merebus dulu codotnya sebelum siap diolah menjadi hidangan. "Kalo di China kan dimasak sama kulitnya," katanya
Romi menambahkan, di China bukan hanya codot saja yang diolah bersama kulitnya. Ada jenis hewan lain yang tak lazim, namun jadi kegemaran masyarakat China. "Kalau di sana [China] tikus hidup saja dimakan, kan ngeri juga," ujarnya.
Di warung tersebut, ada dua cara penyajian codot, yaitu goreng dan tongseng. Sekilas codot goreng tampak kering. Tidak ada kulit maupun sisa bulu yang menempel. Sementara tongseng codot pun sama. Tidak ada kulit. Hanya daging yang tersaji bersama kuah dan sayuran segar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Daftar 32 besar Piala Dunia 2026 mulai lengkap. Tim unggulan lolos, kuda hitam bikin kejutan di fase gugur.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Gubernur Jateng dorong desa jadi pemasok Program MBG, libatkan BUMDes dan koperasi untuk perkuat ekonomi lokal.