Sudah Kelebihan Muatan, Sampah di TPST Piyungan Bakal Dibuat seperti Gunung Supaya Muat

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
02 Februari 2020 07:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Sutarto, menjelaskan tahun ini anggaran Pekerjaan Umum baik daerah maupun Pusat telah direncanakan untuk menata Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Piyungan yang kondisinya saat ini telah penuh sampah atau overload.

“Dibuat semacam terasering, mungkin semacam di Bekasi yang sudah ada,” ungkapnya.

Dengan terasering, sampah akan terkonsentrasi di satu titik menjadi serupa gunung sampah yang tertata, dengan harapan bisa membuka ruang-ruang kosong yang tersisa. Pembangunan terasering akan dilakukan di TPST Piyungan seluas 10 hektare. Ia mengungkapkan selama ini proses penataan sampah dengan kedatangan sampah tidak seimbang.

“Melalui proyek ini diharapkan proses penataan sampah bisa lebih cepat dari datangnya sampah. Intinya untuk mengefektifkan supaya tahun 2022 sampah masih bisa tertampung,” katanya.

Pembuatan terasering ini dimulai pada 2020. Untuk mendukung pembangunan ini, pihaknya akan menambahkan lahan seluas enam hektare di sekitar lokasi yang pengadaannya pada 2021. “Sekarang yang sudah dipersiapkan tanah di sampingnya 1,9 hektare. Jadi kalau itu penuh, ditata, harapannya kan bisa menjadi lingkungan yang lebih bagus,” ujarnya.

Selama proses konstruksi, akan ada perubahan lalu-lintas truk pengangkut sampah. “Tentunya nanti pasti berpengaruh pada lalu-lintas karena ada proyek. Dermaga satu dengan dermaga dua mesti bergantian. Tapi sudah terkondisikan. Mudah-mudahan pas konstruksi tidak ada persoalan,” ujarnya.

Saat ini TPST Piyungan digunakan untuk menampung sampah dari Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Jogja. Padahal sebenarnya TPST Piyungan fungsinya untuk aglomerasi Kota Jogja. Maka ia mendorong setiap kabupaten untuk bisa memiliki TPST sendiri meski kapasitasnya tidak sebesar TPST Piyungan.

“Berdasarkan MOU antara gubernur dengan bupati dan wali kota itu kan hanya untuk aglomerasi Kota Jogja. Tidak sampai Prambanan, Imogiri, atau Parangtritis. Semestinya di Sleman dan Bantul hanya sebagian saja yang masuk TPST Piyungan, tidak semua. Namun kenyataannya memang di kedua kabupaten ini belum memiliki TPST," katanya.

Di Sleman telah direncanakan untuk membangun TPST sendiri. Pembangunan ini akan dilaksanakan oleh Pemkab Sleman, maka pihaknya juga belum tahu perihal lokasi dan detail rencananya. “Kelihatannya di sekitar Condong Catur, tapi titiknya juga belum tahu, belum pernah diajak bicara,” ujarnya.